Kristologi Islami yang Mendustakan Kristus

: Kristologi Islami yang Mendustakan Kristus
:
:Isa Almasih Menyembuhkan Orang Lumpuh
:Dengan hanya bermodalkan sekitar 90 ayat didalam Quran yang berhubungan dengan Isa, termasuk sekitar 30 ayat yang mencantumkan nama Isa, maka jelas Kristologi Islam mustahil bisa dikonstruksikan secara layak, bahkan segera tampak cacat ketika dijejerkan sebagai Injil-Islami tandingan. Ternyata begitu banyak substansi teologis yang doktrinal telah terkorup dari Al-Qur’an untuk kesosokan Yesus saja, belum lagi ajarannya.
:Kita sodorkan kesosokan penting yang terkorup tanpa juntrung :
:*Kristologi Islam menempatkan penciptaan Isa sama dengan Adam,
:padahal Al-Qur’an menyuarakan genetika Isa adalah berasal dari Roh Allah dan KalimatNya (unsur ilahi sorgawi), tak pernah terambil dari debu tanah duniawi seperti Adam (3:59 vs 4:171).
:Para pakar Islam menyebutkan Isa sebagai “Kalimat Allah” dalam pengertian bahwa Isa terjadi karena kalimat Allah: “KUN” (Jadilah!), maka jadilah Isa. Tetapi kenapa Adam yang juga terjadi karena kalimat “KUN” tidak pernah disebut sebagai “Kalimat Allah”? Banyak Muslim kurang sadar bahwa Allah, Jibril, Zakaria, Yahya, semuanya sekaligus membenarkan Isa sebagai Kalimat-Nya (Qs. 3:39), dan tidak yang lain. Kejadian Isa tidak bisa disamakan dengan siapapun juga, karena dia bukan hasil ciptaan. Sebab seandainya “penciptaan” Isa benar terjadi dari firman KUN, mustahil “produk KUN” juga bisa berfirman “KUN” terhadap burung-burungan tanah liat dan jenazah manusia, sehingga benda-benda mati itu serentak menjadi hidup seutuhnya.
:Rohulqudus juga selalu memperkuat Isa, yang mana Adam tidak menerimanya, dengan akibat keseluruhan keberadaan Isa – yang tanpa dosa — berbeda dengan Adam yang berdosa. Unsur-unsur seajaib “Ruh” dan sedahsyat “Kalimat” itu hanya disebutkan sambil lalu oleh Jibril dan/ atau Muhammad, sehingga Muslim sampai hari ini masih terus berselisih akan maknanya tanpa konklusi!
:
:*Kristologi Islam menghilangkan nama Yesus yang bermakna ilahi
:(Yehosua = “Tuhan menyelamatkan”, disingkat Yosua, yang dalam dialek Aramik menjadi Yesua, dan dalam Yunani menjadi Yesus).
:Nama ilahi ini dikosongkan dan digantikan menjadi “Isa” yang tanpa arti apapun! Padahal nama itu justru diberikan oleh Tuhan sendiri – tentu dengan maksud yang sangat agung dan bermakna. Sekali Tuhan menganugerahi nama kepada seseorang, itulah dia orangnya yang sepenuh-penuhnya sesuai dengan nama itu! Mustahil anugerah Tuhan itu ada yang kosong. Kalau kosong juga, itu berarti bahwa wahyu yang dibawakannya pasti ikut kosong. Dan kita mendorong agar Muslim bisa bertanya pada dirinya: Atas otoritas siapa dan apa pasalnya maka Muhammad sampai berani dan perlu mengubah sebuah nama surgawi? Bahkan untuk nama Muhammad yang hanya pemberian manusia, bolehkah orang Yahudi menggantikannya menjadi Madhudi, misalnya?
:
:*Kristologi Islam mengaburkan sosok Rohulqudus yang secara ilahiah bersekutu dengan Isa [dengan istilah yang mirip-mirip trinitas: “Kami (Allah) perkuat dia (Isa) dengan RuhulQudus”, Qs 2:253, 87].
:Para penafsir menggeser Ruhulqudus ini menjadi sesosok ruh ciptaan dan dispekulasikan sebagai “Jibril”. Tetapi dimanapun dalam Al-Qur’an tidak pernah dikatakan Rohulqudus itu ruh ciptaan atau Jibril, atau sebaliknya, Jibril itu tak pernah diidentikkan sebagai Rohulqudus. Sekalipun katakanlah bahwa ada ayat tertentu yang menyebut bahwa Jibril pembawa wahyu, dan ayat lain yang mengatakan Ruhulqudus itu pembawa wahyu, itu tidak berarti keduanya identik.
:Kalau itu dipaksakan, maka tentulah Allah juga menjadi Jibril, karena sama pembawa wahyu. Penafsir lain mempertahankan bahwa Rohulqudus adalah “zat” yang ditiupkan Jibril kepada Maryam (catatan kaki 2:87, terjmahan Depag). Padahal dalam Injil, tampak Rohulqudus itu bersifat maha-ada, yang keberadaannya serentak pada periode yang sama memenuhi nabi Yahya, nabiah Maryam, dan Isa-Al-Masih. Dialah Rohullah dalam arti klasiknya yang lurus: Rohnya Allah, bukan roh buatan Allah yang diandai-andaikan kesana kemari!
:
:* Kristologi Islam merancukan “Anak Tuhan” (rohani) dengan “anak Tuhan (ragawi), lalu melaknati Anak Tuhan dan pengikutNya, karena menuduh mereka telah menghujat Tuhan yang dipercaya mengawini Maryam sehingga beranakan Isa, anak Tuhan.
:Tanya: Tidakkah Allah dan Jibril tahu bahwa tidak ada pengikut Al-Masih manapun yang mempercayai kawin-mawin antar-jenis-zat demikian? Jadi bilamana tuduhan “Allah tidak beranak” itu ditujukan kepada kaum pengikut Yesus, maka Allah telah salah wahyu! Perancuan rohani kepada ragawi ini mengingatkan kita pada Kitab Kejadian (2:15 ff, 3:1-6) dimana istilah MATI rohani (terpisah hubungan dengan Tuhan) juga diplintirkan setan menjadi mati jasmani: “Sekali-kali kamu tidak akan mati”. Inilah salah satu pola dan cara setan memutar-balikkan firman Tuhan yang asli.
:
:*Kristologi Islam menyangkal (roh) Isa itu Ilahi (Rohullah)
:Apa alasannya yang sesungguh-sungguhnya? Muslim kesulitan mencari jawaban yang berbukti dan valid. Alasan yang sering dikemukakan adalah karena Isa bisa lapar dan makan makanan manusia juga (Qs.5:75). Tetapi tidakkahl Allah juga menyatakan kepada Muhammad bahwa jin yang ruh itu bahkan bisa makan tulang belulang dan tahi binatang? (HS.Bukhari1553). Suatu alasan teramat naif, jauh dari bobot kwalitas wahyu. Isa atau jin yang makan tidaklah membuktikan ia ilahi atau bukan ilahi. Justru bilamana ISA (Rohullah dan Kalimatullah) berinkarnasi jadi manusia itulah yang membuat ia perlu makan, tidur, badan bisa tumbuh, bisa berdarah dll.
:Allah memerintahkan Muhammad mengklaim dirinya apa adanya terhadap umat-nya, Katakanlah: “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan”.
:Namun klaim Yesus tidak mentok sampai sebatas nabi, atau rasul, atau pemberi peringatan. Ia jauh melebih itu, bahkan menurut Al-Qur’an sekalipun! Maka Anda setidaknya dapat mengharapkan dia yang ilahi sebagai:
:*Pembebas Anda dari cengkeraman setan (Kol.1: 13)
:*Pendamai untuk dosa Anda, memberikan penebusan dan pengampunan atas Anda (1Yoh.2: 2 , Ef.1: 7)
:*Sosok yang tinggal dalam diri Anda, tidak membiarkan Anda sendirian (Kol.1: 27 , Yoh.14: 18)
:*Sahabat yang mengasihi Anda sebesar-besarnya (Yoh.15: 13)
:*Pemberi hidup yang datang supaya Anda mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (Yoh.10: 10)
:*Perantara untuk kita menemui Allah (1Tim. 2: 5)
:*Sosok yang membebaskan Anda dari kebinasaan, dan memberi Anda hidup yang kekal (Yoh.3:6)
:*I sosok yang memberi hak bagi Anda untuk menjadi Ahli Waris Kerajaan Sorga (Yoh.2:5, Gal.4: 7)
:
:*Kristologi Islam mengkortingkan ratusan mujizat Isa menjadi hanya sepuluh (Qs.3:49; 5:110),
:tanpa sedikitpun kisah dan latar belakang kejadiannya, melainkan sebuah daftar check-list mujizat semata. Tidak ada satupun mujizat Isa dijelaskan dalam konteks subyek dan obyek, setting kejadian, dan latar belakang faktualnya, khususnya firman Yesus dihilangkan dari pretext-nya.
:Padahal hal itulah satu-satunya keterangan yang akan membawa pemahaman mendalam terhadap Yesus, dan menumbuhkan iman kita yang teguh! Komentator Al-Qur’an yang liberal menilai bahwa Muhammad disini tidak sportif dengan hanya memberikan check-list mujizat Isa yang dahsyat itu tanpa menyertakannya dengan kasus kejadiannya yang jelas sangat berharga! Dengan hanya menyodorkan check list mujizat, maka orang tidak melihat bagaimana motif awal sang obyek, pendekatan, kwalifikasi iman, interaksi dengan sang subyek (Yesus), insiden dan proses mujizat, relasi dan korelasi, pesan-pesan yang dibawa Yesus, perubahan iman, dampak dan pembelajaran bagi saksi mata dll, semuanya dikosongkan menjadi sebentuk magic show saja! (lihat bawah).
:
:
:*Kristologi Islam mengkerdilkan kuasa mujizat Isa seolah itu hanya bisa terjadi karena izin khusus yang Allah berikan atas permohonan Isa.
:Padahal kuasa Isa terjadi karena memang Isa fa innahu Rohullah wa kalimatuhu, “Sesungguhnya Isa itu Rohullah dan KalimatNya”. Kuasa “kun faya kun” (jadilah, maka jadi!) yang melekat dalam diri Isa — bukan hasil minta izin siapa-siapa –jelas-jelas diperlihatkan Yesus secara detail dalam Injil, lihat misalnya Matius 8:2-3, dimana Yesus sendiri yang mau bermujizat dan “Jadilah!”:
:Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah (!) engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.
:Semuanya ini menjadi tidak tampak dalam Al-Qur’an, karena ia menghapus semua rincian dan background mujizat, serta mengosongkan kata-kata Yesus yang mengiringinya.
:*Kristologi Islam mengosongkan begitu banyak fakta bahwa Isa mengusir setan-setan.
: Ini rupa-rupanya sangat penting untuk disembunyikan Jibril, sehingga tidak satupun disinggung-singgung dalam Quran. Ini mendatangkan kecurigaan apakah Jibril (yang Ruh) tidak tahu menahu akan kuasa Yesus terhadap setan, ataukah ia allergi mengungkapkan kuasa yang mencerai-beraikan kelompok dimana ia berkepentingan? Hal ini persis dinyatakan oleh Yesus kepada kita, bahwa Beelzebul (penghulu setan) tidak akan melawan dirinya atau memecahkan kerajaannya sendiri:
:“Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimana kerajaannya dapat bertahan? “ (Luk.11:18).
:
:Muhammad tidak diperlengkapi dengan kuasa pengusiran setan. Sebagai gantinya Jibril cuma membekali Muhammad untuk sekedar meminta perlindungan kepada Allah, atau menyerukan pelemparan batu dan kerikil terhadap roh setan (HS.Bukhari IX no.336), yang mana bisa dilakukan oleh siapa saja, tak usah Muhammad. Itu tidak akan melukai setan, malah bisa berbalik menciderai pelakunya, misalnya dalam kasus pelem-paran jumroh waktu ziarah Haji!
:Sebaliknya kita boleh bertanya, kenapa semua murid-murid Yesus justru mampu melakukan pengusiran setan dalam nama Yesus, termasuk Paulus (yang dituduh sesat itu), berkuasa menengking si tukang sihir:
:“Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap dia, dan berkata: “Hai anak Iblis, engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidakkah engkau akan berhenti membelok-kan Jalan Tuhan yang lurus itu? Sekarang, lihatlah, tangan Tuhan datang menimpa engkau, dan engkau menjadi buta, beberapa hari lamanya engkau tidak dapat melihat matahari.” Dan seketika itu juga orang itu merasa diliputi kabut dan gelap, dan sambil meraba-raba ia harus mencari orang untuk menuntun dia” (Kis.13:9-11).
:
:*Kristologi Islam menghapus kesaksian iblis yang terpaksa mengakui bahwa benarlah Isa itu Anak Tuhan.
:“Bilamana roh-roh jahat melihat Dia (Yesus), mereka jatuh tersungkur di hadapan- Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Tuhan.” (Markus.3:11).
:“Hai Yesus orang Nazaret! Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Tuhan.” (Markus 1:24).
:Iblis tidak akan mengakui kebenaran, melainkan kebenaran itu akan diplintirkan atau diselewengkan. Jadi Iblispun –tatkala bebas menipu — tidak akan mengakui ketuhanan Yesus, apabila ketuhanan itu benar sifatnya. Hanya tatkala ia terdesak dan takut akan dibinasakan oleh kehadiran kuasa ilahi, maka ia akan tersungkur takluk dan melakukan pengakuan yang sebenarnya. Dan itulah yang terjadi ketika Yesus mengkonfrontasikan dirinya langsung dengan iblis. Ia mengakui Yesus itu Anak Tuhan Yang Kudus dari Tuhan! Pengakuan ini akan bertolak belakang jikalau Iblis belum dipaksa dan ditaklukkan! Dimanapun, pengakuan dari pihak musuh yang terbesar adalah kesaksian yang tidak bisa ditolak lagi oleh musuh selainnya!
:Jadi sangat penting bagi setiap umat manusia untuk menyelidiki secara cermat bagaimana suatu Ruh asing meresponi setan dan iblis yang ada. Itu yang diperintahkan Tuhan untuk tidak gagal menguji roh yang belum dikenal: “Janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Tuhan; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia” (Yohanes 4:1).
:
:*Kristologi Islam meniupkan sebuah nubuat kosong berupa “kabar gembira Ahmad”.
:Yaitu tentang akan datangnya seorang rasul “Ahmad” dari orang Arab yang ummi, dan itu dilakukan dengan meminjam mulut Isa (!), ditujukan kepada orang Israel (?) Padahal Yesus hanya menubuatkan kedatangan Roh Kudus yang Dia utus, dan Roh tersebut adalah oknum yang keluar dari Bapanya (Yoh.16:7; 15:26).
:Jelas Muhammad pasti bukan subyek yang dinubuatkan oleh Yesus karena Muhammad tidak diutus oleh Yesus, dan Muhammad bukan Roh yang keluar dari Bapanya. Terlalu besar dusta yang disilat-lidahkan oleh ruh yang satu ini dengan meminjam mulut Yesus (dan juga Musa). [Lihat section “Mengenal Allah SWT & Tuhan YHWH]. Dusta ini tidak jelas benar siapa target yang ditujuinya. Apakah kepada bani Israel (maka meminjam mulut Musa dan Isa), atau logisnya ditujukan kepada orang Arab (maka diturunkan dalam bahasa Arab untuk mendapatkan “kabar gembira” berupa Ahmad ini). Tetapi faktanya, kabar ini hanyalah pepes kosong, karena sejarah membuktikan tidak ada orang Arab (dan juga Yahudi) manapun yang tahu-menahu dan menyambutnya dengan menanti-nantikan kedatangan Rasul ini sebelumnya. Berlainan dengan nubuat tentang kedatang sang Mesias (Yesus) yang ditunggu-tunggu dan disambut oleh sedikitnya Gabriel, keluarga Zakharia, para laskar malaikat, para gembala di Efrata Betlehem, orang Majus dari Timur, Simeon tua dan nabiah Hana, serta “semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem” (Lukas 2:25-38).
:
:*Kristologi Islam menyangkal penyaliban Isa, dan mujizat kebangkitannya dari kematian.
:Penyaliban dan kebangkitan ini adalah kisah yang sesungguhnya mustahil bisa ditolak oleh orang berakal. Ia adalah kisah yang mutawatir. Artinya penyaliban dan kebangkitan Yesus itu diakui oleh semua jenjang “perawi” bahkan puluhan ribu saksi mata, termasuk Maria dan para murid Yesus, serta serdadu Roma dan para pemimpin Yahudi. Bagaimana Jibril bisa menolaknya (dengan satu-satunya ayat saja, Qs 4:157, tanpa bukti dan saksi)?
:Jibril bukan saja menyangkal, tetapi juga menyembunyikan fakta kenapa Yesus itu harus dihukum mati dalam penyaliban. Murni menurut Al-Qur’an, apa jenis dosa Isa yang melayakkan dia disalib oleh pemimpin Yahudi? Kosong. Tetapi Injil menjelaskan dengan lancarnya:
:“Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya (Pilatus): “Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Tuhan.” “Ia (Yesus) mengatakan bahwa Tuhan adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Tuhan”. (Yohanes 19:7, 5:18, juga 10:36, ayat Yesus yang mengkonfirmasi).
:Yesus telah menamakan diriNya Anak Tuhan, dan Tuhan adalah Bapanya (sehingga ia menyamakan dirinya dengan Elohim), dan ini tidak dibantah oleh Yesus dihadapan Pilatus dll.
:Kematian dari Yesus adalah tujuan akhir dari misinya demi menebus kematian umat manusia yang diharuskan mati karena hukuman dosa ilahiah. Dan ini merupakan sebuah ujud (sekaligus bukti) pengorbanan kasih yang terbesar dari Tuhan demi menyelamatkan umatNya.
:Segala ilah lain telah menipu dengan ikut-ikut berkata bahwa ia adalah allah yang maha-pengasih dan penyayang, tetapi tidak satupun memberi bukti! Kosong. Mereka paling-paling hanya bisa membuktikan kasih dan pengorbanan allah yang dirujukkan kepada penyediaan hujan, embun, udara, sinar matahari dll. Namun itu bukan ujud kasih yang sebesar-besarnya, melainkan tanggung jawab yang baik dari seorang Pencipta terhadap makhluk ciptaanNya. Bila tidak, maka apa yang dicipta akan binasa dan sia-sia semuanya, lalu alangkah tololnya allah yang semacam ini! Hanya Tuhan Yahweh yang memberi bukti kasihNya yang terbesar, yaitu memberi diri Sang Putra-Nya untuk menyelamatkan umat manusia secara pasti: “Karena begitu besar kasih Tuhan akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16).
:
:*Kristologi Islam melenyapkan ajaran Hukum Terbesar dari Taurat dan Injil.
: Suatu hukum yang terbesar dari Tuhan, siapakah yang berani dan perlu-perlunya untuk dihilangkan? Itu pasti bukan kebetulan hilang atau teledor melainkan kesengajaan: sengaja menghilangkan secara verbatim ayat doktrinal yang paling utama yang dihafal oleh semua bani Israel termasuk Yesus:
:“Kasihilah Yahweh, Tuhanmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu … Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Matius 22:37-40).
:Dengan perkataan lain, kehadiran hukum yang tidak tergantung kepada kedua hukum tersebut, hanyalah sebentuk teks yang mustahil dapat berasal-usul dari Tuhan Semesta Alam!
:
:
:Ini hanyalah sebagian dari begitu banyak perbedaan azaz, ucapan dan perilaku diantara kedua tokoh agama terbesar— Yesus dan Muhammad — yang berdampak dalam setiap bidang kehidupan umat di dunia.
:
:Hanya dengan kembali kepada cinta kasih dan pengampunan, hidup dalam kekudusan dan kebenaran, serta penghargaan terhadap kemanusiaan yang berkeadilan, itulah yang akan mempertemukan kembali anak cucu Abraham di dunia dan di akhirat dengan bergandengan tangan.
:
:Muhammad tampaknya sangat sadar akan kekudusan, kebenaran dan pengampunan. Karena itu ia meminta pengampunan dosa kepada Allah, sampai lebih dari 70x sehari (HSB.VIII/ 319).
:
:Terlebih sensitif dan tragis lagi ketika sampai kepada ujung hayatnya saat SEKARATnya, Muhammad kembali meminta dua hal: pengampunan Allah dan syafaat dari seorang Teman Yang Mahatinggi:
:
:Dari Aisyah: “Beliau berdoa: “Wahai Tuhan! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkan saya dengan Teman Yang MahaTinggi”… Lalu beliau mengangkat tangannya sambil mengucapkan: Teman Yang Maha Tinggi”. Lalu beliau wafat dan rebahlah tangan beliau. (HS Bukhari 1573-4).
:
:Ini adalah doa self-centris yang kental! Doa yang tragis dan mencerminkan “putus asa dan masih mencari-cari sesuatu”.
:
:- Muhammad tahu dosa-dosa apa yang telah diperbuatnya.
:- Dia juga diam-diam tahu perlunya satu sosok yang lain – Teman Yang Mahatinggi – satu-satunya yang bisa memberikan syafaatnya untuk menemui Allah di akhirat.
:
:Siapakah sosok yang masih dicari-carinya ini? Jibril? Ia bukan yang Mahatinggi. Atau Allah-kah? IA bukan teman Muhammad melainkan Allah SWT yang tidak bisa dijejerkan dalam Islam.
:
:Kita sudah mencatatnya di atas, ia tiada lain tiada bukan adalah Yesus Almasih, Rohullah dan Kalimatullah: “Karena Tuhan itu esa dan esa pula Dia (Yesus dalam keesaan Tuhan) yang menjadi Pengantara antara Tuhan dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus” (1 Timotius 2:5).
:
:Kesan kita adalah bahwa doa Muhammad tidak terjawab. Tak ada tanda-tanda jawabannya. Bahkan Jibril yang katanya begitu setia, kini menghilang tak tahu rimbanya…
:
:
:Sebaliknya Yesus berkata bahwa
:
:1. ia tidak berdosa (sinless) atau berbuat dosa (faultless),
:
:2. bahkan berkuasa mengampuni dosa: “Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku? …Didunia ini Anak Manusia (Yesus) berkuasa mengampuni dosa” (Yoh 8:46; Markus 2:10). Benarkah itu? Ternyata Yesus membuktikannya secara ajaib, lihat rincian di Markus 2:10.
:
:Kini bila Yesus berkata benar, maka kita diingatkan untuk konsekwen mempercayai Dia sebagai dampak dari kebenaran yang menuntut aksi, dan bukan masa bodoh atau menahan gengsi. Karena ada sesuatu yang jauh lebih berharga yang dapat Yesus berikan kepada kita ketimbang gengsi yang membelenggu dan sia-sia, yaitu “pengampunan dosa, demi keselamatan kita yang kekal”.
:
:Berlainan dengan Muhammad, Yesus mengakhiri hidupnya diatas kayu salib bukan dengan memanjatkan “doa self centris yang egois”.
:Bukan minta ampun kepada Bapanya atau mencari juru syafaat dalam ketidak pastian, tetapi justru “melepaskan pengampunan kepada mereka yang terlibat dalam penyalibannya” : “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Doa yang paling mulia yang dunia pernah miliki!

Yg berusaha ngacurin perintah Yesus adalah
nabi palsu muhammad

“Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat
untuk memperoleh hidup yang kekal?”
Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik?
Tak seorang pun yang baik selain dari pada
Allah saja.
Engkau tentu mengetahui segala perintah
Allah:
”Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan
mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
jangan mengurangi hak orang, hormatilah
ayahmu dan ibumu!”

(Sobat) Ajaran Yesus tentang keselamatan
tersebut sangat jelas, gamblang dan tidak
memerlukan penafsiran bahwa untuk
mencapai keselamatan seseorang harus harus
mentaati hukum Taurat, Yesus sama sekali
tidak menyinggung apalagi mengajarkan
secara nyata bahwa keselamatan dapat
dicapai dengan meyakini Yesus sebagai korban
penebus dosa yang menyerahkan nyawanya
dan mati di tiang salib.

(ﻳﻮﺣﻨﺎ‎ ﺑﻦ‎ ﺯﻛﺮﻳﺎ‎)Percakapan Yesus dengan si penanya
ga cuma sampai disitu, masih ada terusannya,
bro :
10:20 Lalu kata orang itu kepada-Nya: “Guru,
semuanya itu telah kuturuti sejak masa
mudaku.”
10:21 Tetapi Yesus memandang dia dan
menaruh kasih kepadanya, lalu berkata
kepadanya: “Hanya satu lagi kekuranganmu:
pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan
berikanlah itu kepada orang-orang miskin,
maka engkau akan beroleh harta di sorga,
kemudian DATANGKAH ke mari dan IKUTLAH
AKU.”

(ﻳﻮﺣﻨﺎ‎ ﺑﻦ‎ ﺯﻛﺮﻳﺎ‎) : Perhatikan ayat 21, dari sini jelas
perbuatan baik berupa: tidak membunuh, tidak
berzina, tidak mencuri, dll ga akan menghapus
dosa yg telah diperbuat oleh si penanya untuk
hidup kekal. Itulah sebabnya pada akhir ayat
21, Yesus mengatakan kepada si penanya
IKUTLAH AKU. Nah pertanyaannya, kanapa
sampai saat ini anda masih ikut Muhammad ?
Ikut Muhammad bukan HIDUP KEKAL, bro.
Bukankah Yesus sudah berkata :
Inilah HIDUP YANG KEKAL itu, yaitu bahwa
mereka MENGENAL Engkau, satu-satunya Allah
yang benar, dan MENGENAL Yesus Kristus yang
telah Engkau utus. (Yoh 17:3)

:

:

Pos ini dipublikasikan di IslamicQuraishCenter. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s