Penyaliban yesus menurut quran

Terkait dengan Peringatan Kematian Yesus,
beberapa waktu lalu penulis mendapati buku
berjudul Memfitnah Yesus karya Dr Erwin
Lutzer di toko buku Gramedia. Buku setebal
167 halaman yang diterbitkan oleh Light
Publishing Jakarta ini adalah terjemahan dari
edisi asli dalam bahasa Inggris Slandering
Jesus.
Secara khusus, buku apologetika kristiani ini
didedikasikan untuk memerangi berbagai
pandangan teologi yang menentang doktrin
Kristen tentang penyaliban, kematian dan
ketuhanan Yesus Kristus. Dengan telak, Erwin
menuding paham-paham tentang Yesus yang
bertolak belakang dengan Kristen sebagai
kebohongan.
Dalam bab II, secara khusus Erwin
menghantam Al-Qur’an sebagai kebohongan,
karena membantah penyaliban Yesus. Dalam
judul “Kebohongan 2: Yesus Tidak Disalibkan.”
Di bawah judul tersebut, ia mencantumkan
terjemah Al-Qur’an surat An-Nisa’ 157” (hlm.
39).
Menurut Erwin, kisah Al-Qur’an tentang
kegagalan penyaliban Yesus adalah
kebohongan. Alasannya, jika Tuhan
menggagalkan penyaliban dengan membuat
orang Yahudi salah tangkap, berarti Tuhan
dalam Al-Qur’an bersalah atas tindak
penipuan. Erwin menulis:
“Menurut Al-Qur’an, orang-orang Yahudi tidak
berhasil membunuh Yesus, yang disebut
sebagai rasul Tuhan. Beberapa penerjemah
Muslim mengatakan bahwa orang-orang
Yahudi membunuh seseorang yang dibuat
Yesus tampak seperti Yesus. Tetapi hal ini akan
membuat Tuhan bersalah atas penipuan dan
ilusi. Mengapa Tuhan mau ikut serta dalam
suatu tindakan yang menipu dan tidak jujur
dengan menciptakan seseorang yang tampak
seperti Yesus dan membuat orang yang tidak
bersalah ini mati sebagai ganti Yesus? Tuhan
pastinya bersalah karena tindak penipuan,
memimpin orang-orang untuk percaya bahwa
yang disalibkan itu adalah Yesus padahal
kenyataannya itu adalah orang lain.” (hlm. 41).
Ayat Al-Qur’an yang digugat DR. Erwin yaitu :
“Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa)
dan tuduhan mereka terhadap Maryam
dengan kedustaan besar (zina), dan karena
ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah
membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul
Allah,” padahal mereka tidak membunuhnya
dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang
mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan
dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-
orang yang berselisih paham tentang
(pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-
raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak
mempunyai keyakinan tentang siapa yang
dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan
belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang
mereka bunuh itu adalah Isa” (Qs An-Nisa’
157).
Menurut ayat tersebut, orang-orang kafir tidak
berhasil menangkap dan menyalib Nabi Isa,
apalagi sampai membunuhnya. Karena yang
mereka tangkap lalu mereka salibkan ialah
orang lain yang diserupakan dengan Nabi Isa.
Para mufassir memahami surat An-Nisa’ 157
bahwa Nabi Isa sama sekali tidak disalib dan
dibunuh, karena yang disalib dan dibunuh
adalah orang lain yang diserupakan dengan
Nabi Isa. Prof Dr H Mahmud Yunus dalam Tafsir
Al-Qur’anul Karim menerjemahkan ayat
tersebut, “Sebenarnya Isa itu bukan mereka
bunuh atau mereka salibkan, tetapi yang
mereka salib itu, adalah orang yang serupa
dengan Isa, yang telah dibuat samar” (hlm.
94). Prof Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar
menyatakan, “Syubbiha artinya disamarkan.
Yaitu diadakan orang lain, lalu ditimbulkan
sangka dalam hati orang yang hendak
membunuh itu bahwa orang lain itulah
Isa” (Juz 6 hlm. 21).
Ketika Aulloh meminta TUMBAL manusia
laen yang jadi KAMBING HITAM pengganti
Yesus. Oh AULLOH begitu KEJAMnya
DIKAU….

Pos ini dipublikasikan di IslamicQuraishCenter. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s