Apa itu injil barnabas

UNIVERSITAS AL-AZHAR DI CAIRO, MESIR
Mendiang Dr. Abbas Mahmoud Al Aqqad, guru
besar yang terkenal di Universitas Al Azhar di
Cairo Mesir, mengajak kaum Islam sedunia
untuk menjauhkan diri dari
“Injil Barnabas.”
Dalam bukunya “Hayatul Masih fit Tarikh was
Kusyufil ‘ashril Hadiets”,(Cairo: Darul Hilal) ia
menguraikan kepalsuan Injil tersebut dan
berkesimpulan bahwa kitab ini bukan saja
menyerang ajaran agama Kristen tetapi juga
agama islam.
Apa maksud Dr. Abbas Mahmoud Al Aqqad
tatkala ia mengatakan kitab ini menyerang
ajaran agama Islam? Meskipun ada banyak
petunjuk bahwa penulis kitab
“Injil Barnabas”
memang seorang Islam, namun rupanya
pengertian sang penulis tentang agama Islam
dan Al-Quran sangat dangkal.
Perhatikanlah fakta-fakta berikut:
1) Al-Quran menekankan bahwa Alkitab dapat
dipercaya. Baik Kitab Taurat dan juga Kitab Injil
dipuji sebagai
“petunjuk dan cahaya”(Al Maidah,
Sura 5:44-48).
2) Al-Quran mengajarkan bahwa ada tujuh langit
(Al-Baqarah, Sura 2:29, Al-Isra
’ Sura 17:44)
padahal “Injil Barnabas” tegas mengatakan
“langit adalah sembilan”(fasal 178).
Sepertinya penulis kitab ini membaca tulisan
Dante yang mengarang khayalan terkenal

Divina Commedia” tentang sembilan langit
menuju Firdaus. Mana yang benar – sembilan
atau tujuh?
3) Al-Quran mengajarkan bahwa seorang laki-laki
dapat menikahi
“dua, tiga, empat” wanita (An-
Nisa’, Sura 4:3) selain “budak-budak yang
mereka miliki”(AI-Ma’arij, Sura70:30).“Injil
Barnabas” mengajarkan “hendaklah seorang
lelaki puas dengan seorang wanita yang
dikaruniakan Allah baginya dan hendaklah dia
melupakan wanita lainnya
”(pasal 115). Yang
mana petunjuk Allah yang sesungguhnya –
empat atau satu?
4) Al-Quran mengajarkan bahwa Maryam
mengalami
“rasa sakit akan melahirkan
anak”(Maryam, Sura 19:23), padahal “Injil
Barnabas” menceritakan bahwa Maryam
‘dikelilingi oleh cahaya terang yang luar biasa,
seraya melahirkan puteranya tanpa sakit’(pasal
3). Mana yang benar – merasa sakit atau tanpa
merasa sakit?
5) Al-Quran menegaskan “Dan tiap-tiap manusia
itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya
(sebagaimana tetapnya kalung) pada
lehernya
”(Al-Isra’, Sura 17:13). Sedangkan di
dalam “Injil Barnabas” tertulis ‘Ketika Allah
menciptakan manusia dengan kebebasan agar
dia boleh mengetahui bahwa Allah tidak
membutuhkan manusia, sama seperti seorang
raja yang memberikan kebebasan kepada
hamba-hambanya.
’(pasal 155). Bukankah dua
kalimat ini bertentangan?

Pos ini dipublikasikan di IslamicQuraishCenter. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s