asal mula Ritual Sa’i Ritual melakukan Thawaf Ritual melakukan haji

Dalam beberapa sejarah kaum Jahiliah yang saya baca
jauh sebelum Islam ada,bangsa Arab penyembah
berhala melakukan ritual agama yang mirip dengan yang
dilaku- kan umat Islam sekarang dengan cara sedikit
berlainan. 1.Ritual Sa’i : Melakukan sa’i adalah melakukan
perjalanan antara bu- kit shafa dan Marwah,yaitu 2
tempat yang letaknya di- sekitar Kabah dan jarakm
antara bukit Shafa dan Marwah tidak berjauhan.
Perjalanan ini dilakukan pulang pergi sebanyak tujuh kali
dalam rangka penyembahan berhala yang ada dibukit
Shafa maupun Marwah. Hal ini terungkap dalam
QS.2:158 : “Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah
sebahagian dari pada syiar Allah.Maka barangsiapa yang
haji ke Baitu- llah atau umrah,maka “TIDAK SALAH”
baginya mengerjakan sa’i antara keduanya………dst
Dalam catatan kaki tafsirnya sbb: Pada masa jahiliyah
orang-orang musyrik melakukan upa- cara ibadah dibukit
Shafa dan Marwah untuk menyembah berhala.Orang –
orang Islam kurang enak melakukan sa’i ditempat bekas
pemujaan berhala.Maka datanglah firman yang
menjelaskan “TIDAK SALAH ” 2.Ritual melakukan thawaf
Selain ritual sa’i,meraka juga melakukan ritual Thawaf,
yaitu ritual mengelilingi Kabah sebelumnya mencium
batu hitam “Hajar Aswad” yang terletak disalah satu
sudut Kabah.Jumlah mengelilingi Kabah tersebut tujuh
kali,berjalan keliling dengan setiap kali mencium batu
Hajar Aswad.Pada waktu melakukan perjalanan keliling
tersebut maka para pelakunya berada dalam keadaan
telanjang bulat tanpa busana sambil bertepuk tangan.
Hal ini terungkap dalam HSB no.843 Dari Abu Hurairah
r.a.,katanya;”Abu Bakar Siddik di- tugaskan oleh
Rasulullah saw.sebelum haji Wada’ untuk memimpin
satu kaum pada hari Nahar melakukan haji,ke- mudian
memberitahukan kepada orang banyak,suatu pem-
beritahuan :”Ketahuilah !! Sesudah tahun ini orang- orang
musyrik tidak bolah lagi haji,dan tidak boleh Thawaf di
Kabah dalam keadaan telanjang ” Catatan kaki dalam
tafsir : Sebelum Islam,orang-orang musyrik Arab telah
melakukan juga pekerjaan haji menurut cara mereka
sendiri,antara lain ialah Thawaf di Kabah dalam keadaan
telanjang dan sambilbertepuk tangan. 3.Ritual melakukan
Haji Sebagaimana telah diketahui pada jaman jahiliyah
agama bangsa Arab adalah agama Polytheisme,yaitu
menyembah 360 dewa,dimana patung-patung dewa
tersebut dipusatkan disekitar Kabah mekah.Paling tidak
setahun sekali dilakukan penyembahan serentak
terhadap patung-patung berhala dengan
menggabungkan upacara ibadah yang ada yaitu sa’i dan
thawaf,upacara penyembahan seluruh patung-patung
yang ada termasuk Isaf dan Nailat yang ada di sumur air
Zam-Zam. Kesemuanya ini mencakup upacara ibadah
melakukan haji. yang dilakukan umat Islam saat
menunaikan rukun Islam yang ke 5 adalah meneruskan
ritual kaum jahiliyah yang ritualnya diadopsi oleh
Muhammad dan sudah dimodifikasi sedemikian rupa.
Bukti : Sepengetahuan saya Quran tidak mengajarkan
cara-cara ritual seperti mengelilingi kabah 7 kali
dll,padahal ritual tersebut adalah milik kaum jahiliyah
tapi kenapa diajarkan oleh Muhammad kepada para
pengikutnya.
ritula yang jadi pedoman haji dalan hadist
Volume 2, Book 26, Number 697: Diriwayatkan oleh Ibn
Abbas.: Rasul Allah melakukan Tawaf (kabah) dengan
naik unta (saat itu kaki nabi sedang terluka). Ketika
sampai ke sudut (yang ada batu hitam) dia menunjuk
kearah batu itu memakai sesuatu pada tangannya dan
berkata, “Allahu-Akbar.” Hadis Sahih Muslim 1190 “Tatkala
Rasulullah SAW tiba di Mekah, mula-mula beliau datangi
Hajar Aswad lalu beliau mencium.” Hadis Sahih Muslim
1150 Sebelum mencium Hajar Aswad itu, Muhammad
mengucapkan: “Labbaik allahuma labbaik” yang berarti :
“Ya Allah atas panggilanMu aku datang kepadaMu.” ABU
DAWUD, Book 10, Number 1813: Diriwayatkan Abdullah
ibn Abbas: Nabi (pbuh) berkata: Orang yang melakukan
umrah harus berteriak talbiyah sampai dia menyentuh
Batu Hitam. [Talbiyah = “Ya Allah, aku datang memenuhi
undanganmu. Tiada sekutu bagimu…”] dari hadist-hadist
diatas, saya dapat menangkap, bahwasanya Muhammad
SAW MEM-PERSONIFIKASIkan Hajar Aswad dengan Allah
SWT.
Disini Jelas. Allah swt(Islam) Tidak identik dengan TUHAN
ALKITAB … sama sekali tidak… Muhammad pun menciumi
hajar aswad dan memanggilnya “Allah”

Pos ini dipublikasikan di IslamicQuraishCenter. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s