Muhammad nabi palsu

Berdasarkan analisis rasional dan membuang
segala asumsi dasar mengenai Muhammad, kami
telah membuktikan bahwa Muhammad adalah
seorang narsisis, psikopat kejam, dan pembohong
besar yang mengaku2 seorang nabi. Sangatlah
sulit untuk menerima kenyataan bahwa
Muhammad bukanlah rasul Allah, karena ketika
kita mulai meragukan kenabian Muhammad, hal
pertama yang terpikirkan oleh kita adalah api
neraka, hukuman, kutukan dan azab dari Allah.
Ketakutan seperti inilah yang membelenggu orang
beragama untuk tidak mempertanyakan kembali
kebenaran agamanya.
Muhammad banyak belajar
agama dari Waraqah, saudara sepupu Khadijah,
istri pertamanya. Waraqah adalah seorang Pendeta
Nosrania / Nestorian (Ibn Hisham, Sirah, Vol 1, hlm
203), sebuah sekte dari Kristen Ortodox yang
menolak Trinitas (bahwa Yesus adalah Allah). Kami
tidak memperoleh informasi apakah Pendeta
Waraqah ini mengikuti ajaran Nosrania
sepenuhnya, ataukah ia juga memiliki pemahaman
yang berbeda dengan akidah baku Nosrania.Perlu diingat, bahwa sebelum Waraqah menjadi
seorang Pendeta Nasrani, ia adalah seorang
pemeluk agama Musa (Yahudi), dimana menurut
kepercayaan Yahudi, Allah adalah Esa (tauhid) dan
tidak dapat disejajarkan dengan apapun
(monotheisme absolut), bahkan penggunaan
istilah2 seperti; anak Allah, Bapa, adalah syirik dan
dianggap sebagai sebuah hujatan, karena
menciderai keagungan Allah. Jadi sangatlah
mungkin jika seorang Waraqah mengkritik ajaran2
kekristenan Ortodox yang dia anggap
bertentangan dengan pemahaman awalnya
sebagai seorang Yahudi.Kritikan yang ia ajarkan
pula kepada sang murid, Muhammad.
Selain kritikan terhadap Kekristenan Ortodox,
didalam Quran kita juga menemukan banyak hal
mengenai Yesus, yang pada dasarnya diambil
Muhammad dari injil Matius terjemahan Waraqah,
bukti tersebut adalah;
Yesus lahir bukan dari hubungan suami istri biasa,
melainkan dari seorang perawan Maryam atas
kehendak Allah. (QS 19:18-22). Bahwa Yesus
terkemuka didunia dan akhirat (QS 3:45), bahwa
Yesus melakukan mujizat (QS 2:253), dan masih
banyak ayat lainnya.Namun Muhammad (atau mungkin Waraqah) juga
mengalami tiga kesalahan utama dalam
memahami Yesus. Kesalahan tersebut adalah;INJIL DIBERIKAN / DITURUNKAN DARI ALLAH
KEPADA YESUS
Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah,
Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan
aku seorang nabi (QS 19:30). Dan Kami telah
memberikan kepadanya (Isa) Kitab Injil sedang di
dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang
menerangi) (QS 5:46).Menurut pendapat Muhammad dan sebagian
besar dari kita, Yesus diberi sebuah kitab oleh
Allah, yang bernama Kitab Injil. Padahal jika
diselidiki dengan benar, Injil pada dasarnya adalah
kumpulan biografi Yesus yang ditulis oleh para
sejarawan Kristen, bukan hasil karya atau tulisan
seorang Yesus. Kedudukan Injil hampir sama
dengan 3 biografi utama Muhammad, yaitu Sirat
Rasulnya Ibn Ishaq, Tabaqatnya Ibn Saad, dan
Tarikhnya Tabari.Injil sendiri terdiri dari 4 kitab, yaitu Kitab Matius,
yang ditulis oleh murid Yesus bernama Matius.
Kitab Matius ini utamanya ditujukan kepada
orang2 Yahudi. Kedua adalah Kitab Markus, sesuai
namanya kitab ini ditulis oleh Markus, kitab ini
utamanya ditujukan kepada orang2 Romawi yang
polytheis. Kitab ketiga adalah Lukas, ditulis oleh
seorang yang bernama Lukas, yaitu tabib Yunani
yang awalnya adalah seorang polytheis, dan
kemudian percaya kepada Yesus. Kitab keempat
adalah Kitab Yohanes, ditulis oleh sahabat dan
murid Yesus bernama Yohanes bin Zebedeus.Perbedaan mendasar keempat Injil dengan biografi
Muhammad adalah rentang waktu antara
penulisan biografi tersebut dengan masa
kehidupan tokohnya. Injil ditulis oleh orang yang
hidup pada masa Yesus, sebagian dari mereka
melihat dan mengenal Yesus secara pribadi.Keempat injil ditulis antara tahun 55 sampai 90
Masehi, kurang lebih 20 sampai 50 tahun setelah
kenaikan Yesus. Sedangkan rata2 biografi
Muhammad ditulis antara 750 sampai 900 Masehi,
yaitu 200 tahun setelah kematian Muhammad.Hal ini membuktikan bahwa Muhammad salah
mengerti mengenai Injil. Muhammad mengira
bahwa Yesus diberikan sebuah kitab bernama Injil.
Dengan pemahaman seperti ini, Muhammad
akhirnya membual bahwa ia juga diberi /
diturunkan sebuah kitab oleh Allah, sebuah bualan
yang akhirnya terbukti kebohongannya.
YESUS ADALAH SEPUPU MUSA
Maka Maryam membawa anak itu kepada
kaumnya dengan menggendongnya.
Kaumnya
berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah
melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai
saudara perempuan Harun,ayahmu sekali-kali
bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali
bukanlah seorang pezina” (QS 19:27-28).Salah satu kesalahan sejarah terbesar Muhammad
yang ia tuangkan dalam Quran adalah sangkaan
bahwa Yesus adalah sepupu Musa dan Harun.
Muhammad mengira bahwa Maryam (Ibu Yesus)
adalah saudara dari Musa dan Harun.Padahal
Musa hidup sekitar 800 tahun sebelum lahirnya
Yesus. Berdasarkan Taurat, Musa mempunyai dua
saudara, yaitu Harun dan Miryam (Bilangan 26:59),
karena nama Maryam mirip dengan Miryam ( i
dan a), Muhammad mengira bahwa kedua orang
tersebut adalah sama. Salah satu kesalahan Quran
karangan Muhammad terbukti disini. TRINITY, TRINITAS, TRITUNGGAL
Sebelum kita menganalisis mengenai Trinitas,
sebelumnya kita harus memahami terlebih dahulu
2 perbedaan pola pikir antara kita dengan umat
Kristen, antara Quran dan Alkitab, yaitu
penggunaan kata Tuhan dan Allah menurut
pemahaman Alkitab, dan juga penggunaan istilah
“Anak Allah” dalam Injil..
KATA TUHAN DAN ALLAH MENURUT PEMAHAMAN
ALKITAB.Secara etimologis kata Allah dan Tuhan memiliki
makna arti yang berbeda. Allah dalam bahasa
Indonesia biasanya diterjemahkan sebagai
“sesembahan”, atau “yang layak disembah”.
Dalam bahasa Arab disebut Allah (berasal dari
bahasa sansekerta, lihat di Kitab Hindu India
Rigveda Book 3 Hymn 30V.10 dan Rigveda Book 9
Hymn 67 V. 30.), dalam bahasa Inggris disebut God,
dalam bahasa Ibrani disebut Elohim, dan dalam
bahasa Yunani disebut Theos.
Sedangkan Tuhan, berasal dari kata Tuan, yang
diperhalus menjadi Tu(h)an, yang artinya adalah
“pimpinan”, atau “yang dihormati”. Tuhan dalam
bahasa Arab disebut; Robb, dalam bahasa Jawa
disebut Gusti (klik disini), dalam bahasa Inggris
disebut Lord, dalam bahasa Ibrani disebut Adonay
dan dalam bahasa Yunani disebut Kurios.
Jadi jika ditelusur secara etimologis, dalam
pemahaman Alkitab, Allah pastilah Tuhan, tapi
Tuhan belum tentu Allah. Misalnya ketika Ibrahim
disebut lord oleh istrinya; “…as Sarahobeyed
Abraham, calling him lord” (1 Petrus 3:6). Sarah
memanggil Ibrahim Tu(h)an, tapi jelas Abraham
bukanlah Allah (God). Dalam bahasa Inggris, Yesus
dipanggil dengan Lord Jesus, atau dalam bahasa
Jawa; Gusti Yesus dan dalam bahasa Indonesia Tu
(h)an Yesus. “Allah telah membuat Yesus … menjadi
Tu(h)an dan Kristus / God has made Jesus … both
Lord and Christ” (Kis 2:36). Jadi kita tidak perlu
berkeberatan jika Yesus oleh umat Kristen
dipanggil Tuhan, karena kata Lord, Gusti ataupun
Tu(h)an dipakai juga untuk menghormati seorang
pemimpin, contohnya Lord Buckingham, Gusti Prabu
Brawijaya, Tu(h)anku Imam Bonjol, dan sebagainya.
ISTILAH ANAK ALLAH DALAM INJIL
Selain tiga kesalahan utama yang kami sebutkan
didepan, Muhammad rupanya juga mengalami
kerancuan dalam memahami istilah “anak Allah”
yang disebut dalam Injil. Hal ini wajar terjadi,
karena sesembahan awal Muhammad, Dewa
tertinggi Kabah, Allah, memang memiliki 3 anak
(dalam artian keturunan), yaitu Al-Lat, Al-Uzza, dan
Manat.
Maka apakah patut kamu (hai orang-orang
musyrik) menganggap Al Lata dan Al Uzza, dan
Manah yang ketiga, yang paling terkemudian
(sebagai anak perempuan Allah)? (QS 53: 19-20)Sedangkan pengertian “anak Allah” dalam Taurat
dan Injil bukanlah anak secara jasmani seperti
pemahaman Muhammad diatas. Istilah anak Allah
dapat dipelajari dari beberapa ayat berikut;
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-
Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu
mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-
orang yang diperanakkan bukan dari darah atau
dari daging, bukan pula secara jasmani oleh
keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
(Yohanes 1:12-13) Berbahagialah orang yang membawa damai,
karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
(Matius 5:9)
Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah
baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak
mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar
dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang
Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang
yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap
orang-orang jahat. (Lukas 6:35)
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah
karena iman di dalam Yesus Kristus. (Galatia 3:26)Saudara-saudara ku yang kekasih, sekarang kita
adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa
keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa
apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan
menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat
Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. (I
Yohanes 3:2)Dari 5 ayat diatas dengan jelas ditegaskan bahwa
makna “anak Allah” bukanlah dalam pengertian
jasmani / biologis, melainkan dalam pengertian
rohani, yang pada umumnya berarti kedekatan
Pencipta dengan makluk ciptaannya, seperti halnya
hubungan seorang Bapak dengan Anak! Andi
adalah “anak emas” di sekolahnya! Hal ini bukan
berarti ayah Andi adalah logam mulia bernama
EMAS, namun ini bermakna bahwa Andi dianggap
berharga, terpilih, istimewa dibanding anak lainnya,
layaknya emas dibanding logam lainnya!Yesus juga disebut sebagai “Anak Allah”, dengan
huruf awal, huruf kapital, karena merujuk kepada
seorang individu. Sebutan “Anak Allah” yang
melekat pada Yesus, pada dasarnya memiliki arti
yang sama dengan “anak-anak Allah” pada ayat2
sebelumnya, yang menunjukkan kedekatan Allah
dengan Yesus. “Al Masih Isa putra Maryam,
seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan
termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada
Allah)” (QS 3:45). Dengan pemahaman yang benar,
bukanlah syirik jika Yesus disebut dengan istilah
““Anak Allah”.
Kepala pasukan dan prajurit-prajur itnya yang
menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika
mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah
terjadi, lalu berkata: “Sungguh, Ia ini adalah Anak
Allah.” (Matius 27:54)Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh
tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak:
“Engkaulah Anak Allah.” (Markus 3:11)
Barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari
Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk
inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu
supaya Ia membinasakan perbuatan-perbu
atan
Iblis itu. (I Yohanes 3:8)Alkitab juga menceritakan hubungan yang unik
antara Yesus dengan Allah. Yesus bukan hanya
sekedar Anak Allah dalam pengertian kedekatan,
tapi juga disebutkan bahwa Yesus adalah “Anak
Sulung Allah”.
Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang
sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan.
(Kolose 1:15)
Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar,
permulaan dari ciptaan Allah. (Wahyu 3:14)Sebutan Yesus sebagai “Anak Sulung Allah”
memiliki makna bahwa Yesus adalah permulaan
dari ciptaan Allah, atau ciptaan Allah yang pertama
kali! Dua ayat diatas dengan tegas menyebutkan
bahwa Yesus adalah Ciptaan. Jadi siapakah
sebenarnya Yesus itu menurut penelusuran Alkitab
secara benar?
Tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang
Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus
adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. ( I
Korintus 1:24 )Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan
kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan
kebijaksanaan. (Amsal 8:12)
TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan
pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang
pertama-tama dahulu kala. Sudah pada zaman
purbakala aku dibentuk, pada mula pertama,
sebelum bumi ada, ….. aku ada serta-Nya sebagai
anak kesayangan, setiap hari aku menjadi
kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di
hadapan-Nya; (Amsal 8:22-30)Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata
kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi,
Aku telah ada.” (Yohanes 8:58)
Ayat2 diatas menegaskan kembali bahwa Yesus
sudah ada sebelum dunia ini diciptakan, Yesus
diciptakan oleh Allah sebagai permulaan
pekerjaanNya, sebagai anak kesayanganNya. Jika
Yesus adalah ciptaan, Malaikatkah Dia?
Mungkinkah Yesus adalah “Malaikat Perjanjian”
yang disebutkan dalam Maleakhi 3:1 ? Kitab Ibrani
menyebutkan bahwa kedudukan Yesus jauh lebih
tinggi daripada para Malaikat!Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali
dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek
moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka
pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada
kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia
tetapkan sebagai yang berhak menerima segala
yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam
semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan
gambar wujud Allah dan menopang segala yang
ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan.
Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian
dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar,
di tempat yang tinggi, jauh lebih tinggi dari pada
malaikat-malaik
at, sama seperti nama yang
dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari
pada nama mereka. Karena kepada siapakah di
antara malaikat-malaik
at itu pernah Ia katakan:”Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan
pada hari ini?” dan “Aku akan menjadi Bapa-Nya,
dan Ia akan menjadi Anak-Ku?” Dan ketika Ia
membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia
berkata: “Semua malaikat Allah harus menyembah
Dia.” (Ibrani 1:1-6)
Selain disebut sebagai “Anak Sulung Allah”,
seorang penulis Injil, yang juga murid Yesus,
Yohanes, berulangkali juga menyebut Yesus
sebagai “Anak Tunggal Allah”;
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di
antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya,
yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya
sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia
dan kebenaran. (Yohanes 1:14)
Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah;
tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan
Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
(Yohanes 1:18)Pengakuan Yohanes tersebut jelas berasal dari
perkataan Yesus sendiri;
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,
sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang
tunggal, supaya setiap orang yang percaya
kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup
yang kekal. (Yohanes 3:16)
Mengapa Yesus disebut atau memiliki gelar Anak
Tunggal Allah? Simaklah ayat2 berikut ini!Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah
menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada
Anak, supaya semua orang menghormati Anak
sama seperti mereka menghormati Bapa.
Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak
menghormati Bapa, yang mengutus Dia. (Yohanes
5:22-23)
Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku
telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi
(Matius28:18)Tetapi Yesus berseru kata-Nya: “Barangsiapa
percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku,
tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; dan
barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah
mengutus Aku (Yohanes 12:44-45)
Sekilas gelar anak sulung dan anak tunggal
nampak bertentangan, namun seperti halnya anak
emas dan anak2 Allah, kedua gelar diatas
merupakan istilah. Istilah Anak Sulung
menekankan Yesus sebagai yang sulung dari
segala ciptaan, sedangkan istilah Anak Tunggal
menekankan Yesus sebagai SATU2NYA yang diberi kuasa untuk
menghakimi seluruh umat manusia saat kiamat
nanti. Namun demikian tetap Yesus bukanlah Allah,
Yesus adalah utusan Allah, yang mengambil wujud
sebagai manusia. Karenanya Yesus menyebut diri
sebagai “Anak Manusia”.
Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga,
selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga,
yaitu Anak Manusia. (Yohanes 3:13)“Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk
dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk
memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi
banyak orang.” (Matius 20:28)
Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah
meninggikan (menyalibkan) Anak Manusia, barulah
kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku
tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi
Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana
diajarkan Bapa kepada-Ku”. (Yohanes 8:28)
Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia
di langit dan semua bangsa di bumi akantampak tanda Anak Manusia
di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap
dan mereka akan melihat Anak Manusia itu
datang di atas awan-awan di langit dengan segala
kekuasaan dan kemuliaan-Nya. (Matius 24:30)
Apapun sebutannya, entah itu “Anak Allah”
ataupun “Anak Manusia”, tak ada satupun ayat
yang secara tegas mengatakan bahwa Yesus
adalah Allah itu sendiri, atau Yesus = Allah. Bahkan
jika kita menyelidiki dengan benar, baik perkataan
Yesus sendiri ataupun kisah dari para pengikut
Yesus, seperti Yohanes, Petrus ataupun Paulus
Tarsus, tak ada satu pun tulisan mereka yang
menyatakan bahwa Yesus setara dengan Allah.
Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri,
tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang
memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang
harus Aku katakan dan Aku sampaikan. (Yohanes
12:49)
Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan
bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku,
sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. (Yohanes
14:28)Tetapi tentang hari dan saat itu (kedatangan
Yesus kedua kali) tidak seorang pun yang tahu,
malaikat-malaik
at di sorga tidak, dan Anak pun
tidak, hanya Bapa sendiri. (Yohanes 24:36)
Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus,
menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah
dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. (Kisah
Para Rasul 7:55)
Jika Injil tidak menyebut sama sekali tentang
Tritunggal, lalu darimanakah ajaran ini berasal?
Istilah “Trinity / Trinitas / Tritunggal” diperkenalkan
dan diformulasikanpertama kali oleh Tertulianus
Bertahun2 setelahnya, banyak
pertentangan terhadap ajaran / dokrin mengenai
kesetaraan Yesus dengan Allah ini, salah satu
tokoh penentangnya adalah Arius (256-336M) /
Arianisme (klik disini).
Karena khawatir pertentangan agama ini akan
menyebabkan terjadinya perpecahan negara,
penguasa Romawi saat itu, Kaisar Konstantin,
menyelenggaraka
n sebuah pertemuan besar
antar para uskup di kota Nicea (kini Iznik, Turki),
pertemuan yang kemudian di kenal dengan nama
Konsili Nicea Pertama ( tahun 325 M ). Kaisar
Konstantin sendiri bukanlah seorang kristen, ia
adalah seorang polytheis / kafir, yang
mempercayai banyak Tuhan. Meskipun bukan
seorang kristen, dan tak tahu banyak mengenai
ajaran Injil, namun sejarah membuktikan bahwa
Konstantin lah yang menjadi ketua konsili tersebut.
Dengan aktif ia memimpin pertemuan, bahkan
secara pribadi mengusulkan suatu rumusan
penting yang menyatakan hubungan Yesus
dengan Allah dalam kredo yang dikeluarkan oleh
konsili tersebut, ‘dari satu zat dengan Bapa’.
Karena sangat segan terhadap kaisar, para uskup,
kecuali dua orang saja, menandatangani kredo itu,
kebanyakan dari mereka dengan sangat berat hati.Karena itu, peran Konstantin sangatlah penting.
Setelah dua bulan debat agama yang sengit,
politikus kafir ini mengambil keputusan demi
keuntungannya sendiri dengan mengatakan bahwa
Yesus adalah Allah. Tetapi mengapa? Pasti bukan
karena keyakinan apapun dari Alkitab. Konstantin
pada dasarnya tidak mengerti apa2 tentang
pertanyaan2 yang diajukan dalam teologiYunani.
Yang ia tahu adalah bahwa perpecahan agama
merupakan ancaman bagi kekaisarannya, dan ia
ingin memperkuat wilayah kekuasaannya.Kredo awal ini dibahas kembali pada Konsili
Konstantinopel (381 M), dengan menekankan
keilahian roh kudus. Konsili tersebut menyetujui
untuk menaruh roh kudus pada tingkat yang sama
dengan Allah dan Kristus. Untuk pertama kali,
Tritunggal susunan Kristen mulai terbentuk dengan
jelas. Tetapi, bahkan setelah Konsili
Konstantinopel,
Tritunggal tidak menjadi kredo
yang diterima secara luas. Banyak orang yang
menentang Tritunggal ini dan karenanya
mengalami penindasan yang kejam.Lalu dasar2 apakah yang dipergunakan para
teolog, untuk membenarkan ajaran Trinitas ini?
Berikut beberapa ayat yang biasanya dikutip oleh
para pendeta / pastur penganut Trinitas; beserta
bantahan / argumen berlawanan dari kelompok
Anti Trinitas;
Pada mulanya adalah Firman (Yesus); Firman
(Yesus) itu bersama-sama dengan Allah dan
Firman (Yesus) itu adalah Allah. (Yohanes 1:1)Dikatakan bahwa Yesus adalah Allah, padahal
berdasarkan terjemahan yang benar, maksud dari
ayat tersebut adalah;
Pada mulanya adalah Firman (Yesus); Firman
(Yesus) itu bersama-sama dengan Allah dan
Firman (Yesus) itu bersifat ilahi. (Yohanes 1:1)
Di ayat lain Yesus berkata; “Aku dan Bapa adalah
satu”:“Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:30)
Ayat diatas kurang tepat jika dijadikan dasar
bahwa Yesus = Allah, karena diayat selanjutnya
Yesus berkata;
Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa,
tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya
kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya
mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau,
ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau,
agar mereka juga di dalam Kita, supaya duniapercaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus
Aku. (Yohanes 17:20-21)
Sesuai dengan konteksnya, kata satu dalam
Yohanes 10, ataupun dalam Yohanes 17 bukanlah
satu pribadi, melainkan satu hati, satu pikir, satu
semangat, satu misi; bukan satu sosok atau oknum.
Seperti halnya sepasang suami istri adalah satu
tapi tetap dua sosok yang berbeda.
Ayat selanjutnya adalah cuplikan dari surat Paulus
Tarsus;
(Kristus Yesus) yang walaupun dalam rupa Allah,
tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu
sebagai milik yang harus dipertahankan. (Filipi 2:6)Benarkah Paulus menganggap Yesus setara
dengan Allah? Tidak! Coba bandingkan dengan
tulisan Paulus berikut ini;
Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu
Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu
dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tu(h)an
saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala
sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita
hidup. (1 Korintus 8:6)
Cermatlah dalam menafsirkan tulisan2 Paulus,
karena tata bahasa yang dipergunakan Paulus
sangat tinggi,, karena ia dahulu adalah anggota
Sanhedrin (MUI nya Yahudi), ia sangat terpelajar
dan juga sangat cerdas. Lihatlah pendapat Petrus
mengenai Paulus;
Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar
difahami, sehingga orang-orang yang tidak
memahaminya dan yang tidak teguh imannya,
memutarbalikkan
nya menjadi kebinasaan mereka
sendiri, sama seperti yang juga mereka buat
dengan tulisan-tulisan
yang lain.(2 Petrus 3:16)
Lalu dimanakah letak persoalannya? Jika
diperbandingkan
dengan bahasa asli dan versi
Inggrisnya ayat 2:6 tersebut seharusnya berbunyi;
(Kristus Yesus) yang walaupun dalam rupa illahi,
tidak memikirkan perampasan untuk menjadi
setara dengan Allah”. (Filipi 2:6)
Ayat lain yang sering dipergunakan adalah ayat
dalam Injil Matius berikut;Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa
murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa
dan Anak dan Roh Kudus. (Matius 28:19)
Ayat ini sebetulnya ayat biasa saja, tidak ada
sangkut pautnya dengan Trinitas, andai tidak
ditafsirkan menjadi; “Allah Bapa, Allah Anak dan
Allah Roh Kudus”. Ayat lain yang sering dijadikan
dasar Tritunggal namun dapat dengan mudah
dibantah jika dibandingkan dengan bahasa aslinya
adalah Ibrani 1:8, 1 Yohanes 5:7, Yohanes 20:28,
Yesaya 63:8-9, dan masih banyak ayat lainnya.
Jelas sudah bahwa Trinitas bukanlah ajaran yang
murni berasal dari Injil. Sebab jauh sebelum
Waraqah (guru Muhammad) menentang Trinitas,
beberapa orang penganut Arianisme telah
melawan konsep ini. Trinitas juga bukan buah
pemikiran dari para rasul seperti Petrus, Yohanes
ataupun Paulus Tarsus, karena ketiga orang ini
tidak pernah menyebutkan bahwa Yesus adalah
Allah itu sendiri. Hal ini jelas tersirat dalam tulisan
mereka pada beberapa ayat dibawah ini;
Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang
menjadi pengantara antara Allah dan manusia,
yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah
menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua
manusia. (1 Timotius 2:5-6)
Terpujilah Allah dan Bapa dari Tuhan kita Yesus
Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah
melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus
Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup
yang penuh pengharapan. (1 Petrus 1:3)
Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi
Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan
yang telah mengutus Anak-Nya sebagai
pendamaian bagi dosa-dosa kita. (I Yohanes 4:10)
Jadi siapapun Yesus, dan bagaimanapun anggapan
orang Kristen dan Islam mengenai Yesus,bagi
kami Yesus adalah simbol dan wujud perdamaian.
Seperti halnya Budha, Yesus adalah sosok manusia
termulia yang pernah hadir di dunia ini. Jauh lebih
layak dipercaya perkataannya daripada perkataan
seorang narsisis dan pembunuh kejam yang
mengaku sebagai nabi terakhir seperti
Muhammad.

Pos ini dipublikasikan di IslamicQuraishCenter. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s