Pihak ke 3 : saksi penyaliban yesus kristus

A. FLAVIUS JOSEPHUS
Nama aslinya adalah Joseph bin
Matthias, seorang dari sejarawan Yahudi
yang berasal dari keluarga imam, lahir
pada tahun 37 M di Yerusalem dan
meninggal tahun 100 M di Roma. Di

tahun 93 M ia menulis buku Antiquitates
Judaicae atau Jewish Antiquities yang
terdiri dari 20 buku yang melukiskan
sejarah Yahudi dari penciptaan hingga
pecahnya pemberontakan tahun 66 – 70
M dan kehancuran kota Yerusalem.
Dalam buku ke-18 dari Antt. (18,55-89)
dia melukiskan situasi Palestina ketika
Pilatus menjadi prefect Romawi di sana.
Dalam bagian ini ada yang disebut
dengan Testimonium Flavianum yakni
kesaksian Flavius Josephus tentang
Yesus, yakni pada Antt. 18,63-64. Teks
selengkapnya sebagai berikut4:
Pada masa inilah muncul Yesus, seorang
yang bijaksana, kalau boleh dia disebut
manusia. Karena dia adalah seorang
yang mengerjakan perbuatan-perbuatan
yang menakjubkan dan seorang guru
bagi mereka yang menerima kebenaran
yang menyenangkan, dan dia telah
memikat banyak orang Yahudi dan
orang Yunani. Dia ini adalah Kristus. Dan
ketika Pilatus, atas desakan orang-orang
penting di antara kita, telah
menghukumnya di kayu salib, mereka
yang sejak semula mengasihinya tidak
berhenti [mengasihinya] karena pada
hari ketiga dia telah menampakkan diri
kepada mereka dalam keadaan hidup
kembali. Para nabi Allah telah
menubuatkan hal ini dan berbicara
tentang aneka hal ajaib tentang dia.
Dan klan Kristen, demikian disebut
menurut [nama]nya, masih bertahan
sampai hari ini.
Sebagian para ahli meragukan apakah
tiga kalimat yang tercetak tegak-tebal
itu benar-benar dari Josephus sendiri
ataukah hasil interpolasi penyalin
Kristen. Namun, tidak diragukan bahwa
Josephus menyebutkan fakta bahwa
Pilatus telah menghukum Yesus di kayu
salib (bercetak tebal-miring-merah).
B. CORNELIUS TACITUS
Tacitus adalah seorang sejarawan
Romawi yang lahir sekitar 52 – 54 M
dan meninggal sekitar 120 M. Pada
tahun 112 / 113 M dia menjadi proconsul /
gubernur di Asia. Dia menulis buku
Annals yang berisi sejarah kekaisaran
Romawi periode 14 M – 68 M. Dalam
bukunya Annals volume XV, tentang
Kaisar Nero yang telah
mengkambinghitamkan orang Kristen
sebagai penyebab terbakarnya kota
Roma, ia menulis dalam Annals 15.44.2-3
sebagai berikut5:
… Nero dari keaiban oleh karena dituduh
telah sengaja menimbulkan kebakaran
besar di Roma. Jadi untuk menghentikan
desas-desus itu dia mengalihkan
tuduhan dengan memfitnah dan
menghukum dengan siksaan paling keji
terhadap orang-orang yang disebut
Kristen, yang dibenci karena
kejahatannya, Kristus, dari mana nama
ini berasal, yang menderita hukuman
yang ekstrem (Dieksekusi) dalam
pemerintahan Tiberius, di tangan
prokurator kita, Pontius Pilatus, dan
sebuah ketidakmasukakalan yang
banyak mencelakakan, karena ketika
dicek pada waktu itu, meletus lagi tidak
hanya di Yudea, sumber pertama
kejahatan ini, tetapi bahkan di Roma,
dimana segala kengerian dan kebencian
dari setiap bagian dunia mendapatkan
pusatnya dan menjadi popular.
Demikian laporan Tacitus, sejarawan
Romawi, yang menuturkan situasi
pengikut Kristus di kota Roma. Tentang
Kristus, Tacitus menyebutkan bahwa dia
telah menderita hukuman yang ekstrem
pada masa pemerintahan Pontius
Pilatus. Tidak disebutkan secara eksplisit
cara eksekusinya, namun hukuman salib
merupakan cara eksekusi yang lazim
pada masa itu bagi pelaku tindakan
kriminal dan pemberontakan. Bdk.
dengan Paulus yang dipenggal
kepalanya di Roma karena dia
mempunyai kewarganegaraan Romawi
juga.
C. LUCIANUS dari SAMOSATA
Lucianus adalah seorang filsuf dan
sejarawan Yunani yang lahir di
Samosata pada tahun 120 M dan
meninggal sekitar 180 M di Athena.
Dalam salah satu bukunya (De Morte
Peregrini – Kematian Peregrinus 11) dia
menulis tentang Peregrinus yang telah
menjadi Kristen dan yang memiliki
pemeluk di Palestina “yang masih
menyembah orang yang telah disalibkan
di Palestina.”6
D. MARA BAR SARAPION
Dia adalah seorang filsuf Stoa dari Syria
yang menulis surat untuk anaknya
Sarapion yang tengah berada dalam
penjara Romawi. Dia menasihati
anaknya bahwa kebijaksanaan mungkin
akan dimusuhi oleh dunia yang penuh
dengan kekerasan, namun kebijaksanan
itu sendiri abadi. Dia
mengilustrasikannya dengan
menggambarkan kehidupan Socarates,
Phytagoras, dan Yesus – kendati dia
tidak menyebut nama-Nya secara
eksplisit. Demikian teks selengkapnya7:
Apakah baiknya orang-orang Athena
membunuh Socrates, karena perbuatan
mereka dibalas dengan kelaparan dan
wabah? Apakah faedahnya orang-orang
Samian membakar Phytagoras, karena
akhirnya negeri mereka seluruhnya
terkubur di bawah pasir pada saat itu?
Dan apakah manfaatnya orang-orang
Yahudi membunuh raja mereka yang
bijaksana, karena kerajaan mereka
akhirnya direbut dari mereka dari saat
itu?
Tuhan dengan adil telah membalaskan
ketiga orang bijaksana ini. Orang-orang
Athena mati oleh kelaparan, orang-
orang Samian ditenggelamkan ke laut,
dan orang-orang Yahudi disembelih dan
dihalau dari kerajaannya, sehingga
mereka hidup terpencar dimana-mana.
Socrates tidak mati, berterimakasihlah
pada Plato; demikian pula Phytagoras,
karena patung Hera. Demikian juga
sang raja bijasana tidak [mati], karena
hukum baru yang ia berikan.
Mara Bar Serapion yang menulis surat
paling awal setelah kehancuran
Yerusalem dan kemudian orang-orang
Yahudi terpencar (terdiaspora) ke
pelbagai tempat, melihat Yesus sebagai
seorang raja yang bijaksana.
Kemungkinan besar dia mengetahui
bahwa saat Yesus disalibkan Pilatus
menuliskan keterangan di salib-Nya
“Yesus, orang Nazaret, Raja orang
Yahudi” (INRI), yang tertulis dalam
bahasa Ibrani, Latin, dan Yunani (Yoh
19:19-20). Demikian pula dia mengenal
hukum baru yang dibawa Yesus,
bukanlah hukum Taurat, melainkan
hukum kasih yang mungkin
diketahuinya dari para pengikut Kristus.
Tetapi Mara sendiri adalah seorang filsuf
kafir.
Demikianlah data-data sejarah dari
“pihak ketiga”, baik Yahudi maupun
terlebih penulis sekuler mengakui fakta
bahwa yang disalibkan itu adalah Yesus
yang kemudian lebih dikenal sebagai
Kristus. Kesaksian mereka ini
meneguhkan kesaksian Injil kanonik
bahwa Yesus dari Nazaret benar-benar
telah disalibkan pada zaman Pontius
Pilatus.

Pos ini dipublikasikan di IslamicQuraishCenter. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s