Hukum membutakan mata dalam quran

Tertulis dalam Al-Quran:
“Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di
dalamnya bahwasanya jiwa (dibalas) dengan
jiwa, mata dengan mata, hidung dengan
hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan
gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya.
Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya,
maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus
dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan
perkara menurut apa yang diturunkan Allah,
maka mereka itu adalah orang-orang yang
zalim” (Sura 5:45).
Hah! Itu kan juga sama dengan apa yang
tertulis dalam Kitab Suci Ibrani? Bukankah
hukuman “mata ganti mata” juga muncul di
kitab-kitab Keluaran 21:22-25, Imamat 24:19-21,
dan Ulangan 19:21? Sekalipun begitu, namun
ungkapan ini selalu dipahami dalam Yudaisme
sebagai cara pembalasan yang dimaksudkan
demi membatasi kebencian dan dendamnya
secara spesifik, bukan mendorong
pelampiasannya yang bereskalasi tanpa batas.
[dikala itu bisa sampai 7x atau 77x lipat, lihat
kitab Kejadian 4: 23, 24].
Hal yang sama dibatasi lebih jauh oleh Yesus
dalam kekristenan yang bersifat non-agresi.
Yesus berkata:
“Kamu telah mendengar firman: Mata ganti
mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata
kepadamu: Janganlah kamu melawan orang
yang berbuat jahat kepadamu, melainkan
siapa pun yang menampar pipi kananmu,
berilah juga kepadanya pipi kirimu” (Matius
5:38-39).
Ini berlawanan dengan apa yang
diperintahkan Al-Quran dalam setiap kata
perkata hak-pembalasan dari ayat qisas diatas,
sementara pelakunya tidak diwajibkan untuk
menjadi “penebus dosa” baginya.
Pengadilan Mahkamah IRAN telah
mengukuhkan sebuah hukuman untuk
membutakan mata seorang pria dengan air
keras, karena pria ini telah membutakan suami
dari pacar gelapnya! Dan hukuman ini
didasarkan pada sanksi hukum Islamik “mata
ganti mata”. Si terdakwa yang bernama
Mojtaba, 25 tahun, telah menyiram air keras
ke muka Alireza, 25 tahun, seorang supir taksi
di pusat kota para ulama Qom, sesudah
melakukan “affair-mesum” dengan istri korban,
Mojdeh, yang juga berumur 25 tahun.
Demikian laporan surat kabar di Iran.
Mahkamah Agung telah mengukuhkan
keputusan pengadilan dibawahnya bahwa
Mojtaba harus dibutakan dengan mengucurkan
air keras ke matanya, sesuai dengan keadilan
Islamik yang memberlakukan hukum “qisas,”
atau “mata-ganti-mata” dalam kasus-kasus
kekerasan, demikian katanya.
Penuntut Qom, Mostafa Barzegar Ganji
menyatakan bahwa sang korban telah
menggunakan hak qisas-nya. “Kami telah
meminta para ahli forensik untuk menunaikan
pembutaan-biji mata dari si terhukum”,
demikian katanya.
Memang sejumlah penyerangan dengan
menggunakan air keras telah dilaporkan di
Iran. Di bulan Februari 2009, Majid Movahedi
dihukum dengan membutakan kedua biji
matanya karena ia menyiramkan air keras ke
muka Ameneh Bahrami, teman kelasnya di
universitas, yang menolak lamarannya untuk
dinikahi…(Sumber:Jihadwatch).
KOMENTAR KITA: Jikalau hukum Allah swt
yang paling maju (mutakhir) malah semakin
kejam ketimbang Taurat dan Injil, maka
dapatkah ia disebut sebagai pewahyuan yang
sama dari TUHAN yang sama?
Dan bila hukum Allah swt sendiri sedemikian
brutalnya, maka bagaimanakah wujud
HUKUM-SETAN yang sesungguhnya bisa setan
tegakkan di dunia ini? Tidakkah keduanya
mirip dan ASPAL saja (asli tapi palsu)?

Pos ini dipublikasikan di IslamicQuraishCenter. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s