Siapapun yg menghina muhammad hukumnya wajib dibunuh. Walaupun telah bertobat!

“Al-Huwayni menjelaskan bahwa siapa pun
yang menghina Muhammad, bahkan jika di
kemudian hari ia bertobat, orang itu tetap
harus dibunuh.”
Klip di bawah ini:

v=EQ11C3Mam2A&feature=player_embedded,
diambil dari sebuah wawancara yang
dilakukan terhadap Shaykh Abu-Ishaq al-
Huwayni, yang dilakukan oleh stasiun televisi
satelit Mesir al-Hikma pada tanggal 7 Juli 2011.
Di sini, Al-Huwayni menjelaskan bahwa siapa
pun yang menghina Muhammad, bahkan jika
di kemudian hari ia bertobat, orang itu tetap
harus dibunuh.
Dalam wawancara itu, al-Huwayni kemudian
mengkontraskan hal ini dengan kasus
seseorang yang menghina Allah. Ia katakan
bahwa dengan menghina Allah, tentu saja
orang yang melakukannya akan menjadi
seorang kafir, dan hal ini telah disetujui oleh
semua sarjana Islam. Namun demikian, orang
yang menghina Allah tidak dibunuh –
sebaliknya kepadanya hanya diberikan seruan
agar ia bertobat. Alasannya adalah oleh
karena, bahkan jika seluruh dunia menghina
Allah, itu bukan masalah bagi Allah –
penghinaan itu sama sekali tidak melukainya.
Setelah mengutip sebuah hadis yang isinya
mengenai Muhammad yang dicemoohkan
melalui puisi yang dibuat oleh orang Quraish,
al-Huwayni menjelaskan bahwa Muhammad
“mempunyai otoritas penuh untuk tidak
menggunakan hak ini kapan pun ia
menginginkannya. Namun setelah Muhammad
wafat, Muhammad tidak lagi dapat
menggunakan hak ini, apakah akan
membunuh orang yang telah menghinanya
atau membiarkannya tetap hidup. Itulah
sebabnya mengapa mereka yang menghina
Nabi pada masa kini, orang itu harus dibunuh.
Kemudian ia mengisahkan hadis lainnya, yang
mana Abu Bakr, kalifah Islam pertama yang
dibimbing dengan benar, menjadi sangat
marah dengan seseorang yang telah
menghinanya. Abu Barza menawarkan diri
untuk membunuh orang ini bagi Abu Bakr.
Namun demikian, Abu Bakr menjelaskan
bahwa hak ini (misalnya untuk membunuh
seseorang yang menghina penguasa), tidak
diberikan pada siapa pun setelah era
Muhammad; atau dengan kata lain, hanya
Muhammad seoranglah yang mempunyai hak
untuk membunuh mereka yang telah
menghina dirinya.
Ia mengatakan semuanya ini dalam konteks
kontroversi yang terjadi baru-baru ini di Mesir –
dengan seorang pebisnis Kristen Naguib
Sawiris, seorang milyuner dari Partai
Kebebasan Mesir. Pada akhir Juni lalu, Sawiris
men-tweet sebuah gambar Mickey Mouse
dengan janggut ala Muslim dan mengenakan
jilbab, dan Minnie Mouse yang mengenakan
niqab, yang dianggap sebagai perbuatan yang
melecehkan Islam. al-Huwayni tidak
mengatakan secara eksplisit bahwa Sawiris
harus dibunuh sebab telah menghina Islam,
sebaliknya ia mengatakan bahwa semua
perusahaannya harus diboikot, bahkan jika ia
hanya memiliki 10 persen saham di
perusahaan itu.
Sub-Judul dari Video di atas, transkripnya ada
di bawah ini:
Siapa pun yang menghina Nabi (PBUH), jika
kemudian ia datang dan meminta maaf, dan
mencium sepatu (penguasa negeri), dan
mengatakan,”Saya ingin agar semua orang
Muslim, setiap orang dari mereka, untuk
datang dan memukuliku dengan sol sepatu
mereka” – apakah penguasa mempunyai hak
untuk menerima hal ini? Saya mengajukan
pertanyaan ini, sebab ada yang
menanyakannya pada saya. Jawabannya
adalah bahwa tak seorang pun diijinkan untuk
menerima hal ini. Jika demikian, apa yang
harus kita lakukan pada orang itu? Kita bunuh
dia!!! Tetapi ia mengatakan padamu bahwa ia
bertobat. Kita tetap membunuhnya, bahkan
sekalipun ia bertobat!!!

Pos ini dipublikasikan di IslamicQuraishCenter. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s