Masjid al aqsa : kesalahan fatal muhammad

Ada sebuah hadis yang melaporkan bahwa
pada suatu malam, Muhammad mengendarai
seekor kuda yang mempunyai sayap, yang
mana kuda tersebut membawanya dari
Masjidil Haram (Mesjid yang ada Ka’bah) ke
Mesjid Al Aqsa (yang ada di Yerusalem), dan
dari sana kemudian membawanya ke langit
ke-7 dimana diperlihatkan padanya neraka
dan firdaus, lalu kemudian ia dibawa ke
hadapan hadirat Allah. Kisah ini – yang
umumnya dipercayai oleh semua orang Muslim
dan dikenal sebagai Mi’raj – juga dikonfirmasi
oleh Al Qur’an.
“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan
hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil
Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami
berkahi sekelilingnya…” (Quran 17:1)
Di sini kita tidak akan membahas mengenai
(about) kemustahilan dari perjalanan tersebut.
Jika Tuhan itu Maha hadir (omnipresent),
mengapa seseorang perlu pergi ke suatu
tempat untuk bertemu dengannya? Jika
Muhammad bisa melakukan perjalanan dari
Mekah ke istana Allah, mengendarai seekor
kuda yang bersayap, dan kemudian kembali
dalam satu malam, maka tahta Allah tak
mungkin berada jauh dari Mekah. Saya heran,
mengapa tak seorang pun telah
menemukannya?
Apakah Tuhan itu berada di dalam jagat raya
atau di luar jagat raya? Jika Dia ada di
dalamnya, maka ia diisi dengan jagat raya itu
dan karenanya tak mungkin Ia bersifat tak
terbatas. Jika Dia ada di luar jagat raya, maka
ia pastilah sejauh milyaran tahun cahaya dari
kita dan karena itu tak ada seekor kuda
bersayap manapun bisa mencapai tahtaNya
dalam satu malam dan kemudian kembali
pada malam itu juga. Kisah ini secara
sederhana bisa kita katakan sebagai sebuah
dongeng belaka.
Kita juga tidak akan bertanya, mengapa
Muhammad harus berhenti di Yerusalem
terlebih dahulu sebelum pergi ke Surga.
Apakah ada sebuah pintu gerbang surga di
Yerusalem?
Masalah yang ingin kita diskusikan adalah
bahwa Mesjid Al Aqsa, sebagai “Mesjid
Terjauh”, belum eksis pada masa Muhammad
hidup.
Bait Suci Pertama di situs tersebut dibangun
pada tahun 960 BC, yang menurut kesaksian
Alkitab didirikan oleh Salomo untuk menaruh
Tabut Perjanjian yang sudah dibawa oleh
Daud ayahnya, ke Yerusalem. Bait Suci itu
dimusnahkan sama sekali oleh orang-orang
Babilonia pada tahun 586 BC.
Bait Suci Kedua dibangun oleh Herodes pada
tahun 20 BC
Bait Suci Kedua dibangun kembali pada tahun
515 BC, kemudian dibangun ulang oleh
Herodes pada tahun 20 BC dan dihancurkan
oleh Jenderal Titus (Roma) pada tahun 70 AD.
Ketika Kalifah Omar Ibn al-Khattab
menaklukkan Yerusalem pada tahun 638 AD,
ia melaksanakan sholat di situs dimana Bait
Suci Salomo dulunya berdiri. Kemudian Kalifah
‘Abd al-Malik ibn Marwan membangun sebuah
mesjid di sekitar situs tersebut pada sekitar
tahun 691 AD.
Menurut dugaan orang, Muhammad
melaksanakan Mi’raj di sekitar tahun 621 AD.
Ada jurang waktu selama 70 tahun antara
peristiwa Mi’raj dengan pembangunan Mesjid
Al Aqsa. [Hal ini dilaporkan dalam The Concise
Encyclopedia of Islam Harper & Row, 1989, p.
46 and 102.]
Bagaimana bisa, Muhammad menyebutkan
Mesjid Al Aqsa, ketika mesjid tersebut belum
ada? Apakah Muhammad tidak tahu bahwa
Bait Suci orang Yahudi sudah dihancurkan pada
tahun 70 AD atau isi Qur’an sendiri
dimanipulasi dan ‘semakin diperkaya dengan
informasi tambahan’ bertahun-tahun setelah
kematian penulisnya, yaitu dengan
mengijinkan dongeng-dongeng yang dibangun
di sekitar Muhammad semakin berkembang
setelah kematiannya?
Dalam pendapat saya, alasannya ada pada
yang terakhir. Muhammad adalah seorang pria
yang buta huruf. Pengetahuannya terbatas
hanya pada apa yang ia dengar dari orang lain
– pembaca cerita dan para imam. Referensinya
terhadap kisah-kisah historis dan Alkitab
sangat tidak lengkap. Seringkali ia
menyebutkan sebuah nama yang ia dengar
kemudian menyebutkan sebuah peristiwa
yang berkaitan dengan nama tersebut, namun
yang terjadi adalah – oleh karena
pengetahuannya sangat terbatas – acapkali ia
melakukan kesalahan-kesalahan. Hanya inilah
yang bisa kita harapkan dari seorang pria yang
tidak diperlengkapi dengan buku-buku dan
yang sumber pengetahuannya hanya
didasarkan pada apa kata orang.
Boleh jadi orang-orang Muslim berargumen
bahwa “Mesjid” artinya semua tempat ibadah
(sojda), itulah sebabnya mengapa rasul
mengkaitkan bait suci Salomo sebagai Mesjid.
Dengan demikian, semua gereja, sinagoga dan
Ateshkadehs Zoroastrian adalah mesjid-mesjid.
Pada masa Muhammad, ada sangat banyak
“mesjid” yang dibangun di kota-kota yang
lebih jauh dari Yerusalem (misalnya lebih jauh
dari Mekah dan Medina), dan bahwa Mesjid
Aqsa sebenarnya bukanlah mesjid terjauh.
Ini adalah sebuah blunder (kesalahan fatal)
yang sangat kasat mata yang dilakukan oleh
Muhammad, sehingga banyak dari sarjana
Islam, termasuk Yusuf Ali mempunyai
pendapat bahwa Mesjid Aqsa yang
dimaksudkan oleh Qur’an, dimaksudkan
sebagai TEMPAT dimana mesjid akan
dibangun, dan bukan sebuah bangunan yang
aktual.
Apologetika seperti ini bisa menjadi jalan
keluar dari dilema yang harus dihadapi Muslim,
jika tidak ada hadis berikut yang menjelaskan
bahwa Mesjid Al Aqsa sesungguhnya adalah
bangunan aktual yang dikatakan sudah ada
pada masa Muhammad masih hidup.
Sahih Bukhari, Volume 4, Buku 55, Nomor 636:
Diriwayatkan oleh Abu Dhaar:
Aku berkata,”Oh Rasul Allah! Mesjid yang
mana yang dibangun pertama kali?” Ia
menjawab,” Al-Masjid-ul-Haram.” “Aku
bertanya,”Yang mana yang (akan dibangun)
setelah itu?” Ia menjawab “Al-Masjid-ul-Aqsa
(yang ada di Yerusalem).” “Berapa lama
periode di antara kedua mesjid tersebut?” Ia
menjawab,”Empat puluh (tahun).” Kemudian ia
menambahkan,”ketika waktunya sholat
datang padamu, laksanakanlah sholat, sebab
seluruh bumi adalah tempat untuk kamu
beribadah.”
Tetapi hadis ini pun masih menghadirkan
masalah lain. Menurut orang-orang Muslim,
Masjidil Haram (Ka’bah) dibangun oleh
Abraham yang hidup tahun 2000 BC dan Bait
Suci Salomo (situs dimana Mesjid Al Aqsa
terletak), dibangun pada tahun 958-951 BC. Di
sini ada jurang waktu selama lebih dari 1040
tahun antara tahun pembangunan kedua
bangunan tersebut.

Pos ini dipublikasikan di IslamicQuraishCenter. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s