Apakah allah juga teroris?

Dalam sejumlah gempa bumi dan bencana
alam lainnya yang mana rumah-rumah hancur,
secara kebetulah sejumlah mesjid tetap
berdiri. Tak terhitung situs-situs Muslim yang
merepoduksi gambar-gambar di bawah ini –
mengklaim bahwa inilah mujizat-mujizat Allah.
Sebuah mesjid di Turki yang masih tetap
berdiri, sementara bangunan-bangunan lainnya
yang ada di sekitar mesjid ini banyak yang
hancur.
Sebuah mesjid yang tidak hancur dalam
gempa bumi yang terjadi di Turki.
Alasan mengapa mesjid-mesjid ini tidak
hancur bukan disebabkan oleh sebuah mujizat.
Sebabnya adalah karena mesjid ini dibangun
lebih baik. Umumnya, orang memberikan yang
terbaik yang mereka miliki untuk membangun
tempat ibadah mereka. Ini adalah sebuah
tempat yang khusus dan mereka cenderung
tidak berbohong atau mengurangi kualitas
bahan karena alasan ekonomi. Sebagai
hasilnya, mesjid-mesjid, gereja-gereja maupun
kuil-kuil biasanya lebih tahan menghadapi
bencana alam dibandingkan rumah-rumah
biasa.
Namun demikian, bahkan bangunan-bangunan
ini cenderung hancur saat terjadi gempa bumi
yang lebih kuat, sebagaimana yang
diperlihatkan oleh gambar-gambar berikut.
Anggaplah para penduduk ini dimusnahkan
oleh Allah sementara ia menyelamatkan
mesjid-mesjid. Bukankah hal itu menjadikan
Allah sebagai seorang teroris? Bagaimana bisa
seorang ilah yang gila seperti itu melakukan
hal-hal ini kepada orang-orang yang tak
bersalah dan memusnahkan begitu banyak
nyawa, termasuk anak-anak kecil itu?
Dalam usaha keras mereka untuk mengaitkan
mujizat-mujizat palsu seperti itu sebagai
sesuatu yang dilakukan oleh Allah, orang-
orang Muslim justru lebih jauh lagi semakin
membebani Dia (Allah) dan menjadikannya
sebagai seorang teroris yang kejam.
Kebenarannya adalah, Tuhan nggak ada
hubungan dengan bencana alam apapun.
Bencana alam, dari namanya saja kita bisa
lihat bukan sebagai “tindakan-tindakan Tuhan”.
Ini adalah aksi-aksi alam. Bumi kita menjalani
hidupnya sendiri. Ia tidak peduli dengan
eksistensi kita. Jika kita melawan tindakannya,
bisa jadi kita akan terluka. Tak seorang pun
mengirimkan gemba bumi, dan karena itu kita
bisa menyelamatkan diri kita sendiri dengan
melakukan persiapan yang bijak, seperti
membangun rumah dengan konstruksi yang
baik.
Mesjid-mesjid juga hancur.
Seorang Muslim tengah melaksanakan
sembahyang di sebuah mesjid Fathur Rahman,
yang hancur oleh sebuah gempa bumi yang
terjadi di Solok, Sumatera – Indonesia, pada
tahun 2007.
Penduduk berkumpul di luar sebuah mesjid
yang hancur oleh sebuah gempa bumi dahsyat
di desa Cisaaat, Jawa Barat pada tanggal 2
September, 2009.
Mesjid Balakot di Pakistan hancur total setelah
gempa bumi yang terjadi tahun 2006
MUZAFFARABAD, PAKISTAN – 28 OKTOBER:
Orang-orang Pakistan sembahyang Jumat di
mesjid Jama Haman Wali yang hancur oleh
gempa bumi di Muzaffarabad, Pakistan, yang
dikontrol oleh Kashmir pada tanggal 28
Oktober 2005.
Mesjid Anau, hancur pada gempa bumi tahun
1948
Imam mesjid di Baluchistan memperlihatkan
bagaimana mesjidnya dihancurkan oleh
sebuah gempa bumi. Pada saat itu, ia sedang
menuju mesjid untuk melaksanakan shalat
subuh pada jam 3.30. Tepat pada saat itulah,
semuanya mulai bergoncang dan ia
mendengar dinding mesjid runtuh.
Sebuah keluarga yang sebelumnya tercerai
berai, membasuh diri mereka di depan sebuah
bangunan mesjid yang telah menjadi
reruntuhan, selama operasi penyelamatan,
pada tanggal 30 Maret 2005 di Nias, Indonesia.
Sebuah gempa bumi dengan kekuatan 8,5
skala richter menghantam wilayah Sumatera
pada tanggal 28 Maret dan dilaporkan gemba
bumi itu berlangsung selama 2 menit. Pulau
Nias yang terletak di luar pulau Sumatera
menjadi lokasi yang paling parah dihantam
oleh gempa bumi ini, dengan korban jiwa
diperkirakan mencapai 2000 orang.
Sebuah mesjid di Pakistan hancur dalam
sebuah gempa bumi.
Sumatera Barat, Indonesia
Mesjid di Mozafarabad Pakistan, hancur akibat
sebuah gempa bumi.

Pos ini dipublikasikan di IslamicQuraishCenter. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s