Berkah kosong lailatul qadar

“Sisa hari-hari puasa Ramadhan tahun ini adalah
pencaharian Lailatul Qadar?”
Salah satu penggal waktu dari keseluruhan puasa
Ramadhan disebut sebagai malam Lailatul Qadar,
yaitu malam kemuliaan, atau malam sepenuh-penuh
berkah bagi Muslim yang dapat menemukannya. Dan
karena bulan Ramadhan adalah bulan yang
didalamnya adalah awal diturunkan Al-Quran
(Qs.2:185), maka banyak Muslim menarik kesimpulan
dan mempercayai bahwa pada malam itulah terturun
wahyu pertamanya Allah kepada Muhammad yang
kejadiannya tertuang dalam Surat Al Qadr 97:
1.Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada
(malam) lailatul-qadar”.
2.Dan tahukah engkau apakah lailatulqadar itu?
3.Lailatulqadar itu lebih baik dari seribu bulan.
4.Malaikat-malaikat dan Ruh turun padanya dengan
izin Tuhannya membawa segala perintah.
5.Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar”.
Lailatul Qadar hanya terjadi satu kali, penuh dengan
misteri, yaitu ketika Al-Quran dianggap diturunkan
untuk pertama kalinya. Tetapi bagaimana
hubungannya dengan kejadian yang menimpa
Muhammad ketika beliau menerima wahyu pertama-
Nya di gua Hira, seperti yang tercatat dalam 5 ayat
pertama Surat Al-Alaq 96? Tampak keseluruhan
suasananya digua Hira bertolak belakang dengan apa
yang dikisahkan dalam lailatul-qadar!
Bukankah Quran Surat 97 mengatakan bahwa
wahyu-pertama diturunkan oleh seangkatan para
malaikat dan Ruh, secara ramai-ramai dimalam penuh
kemuliaan, (tetapi tanpa Muhammad), sementara ada
lagi wahyu-pertama lainnya diturunkan kepada
Muhammad digua Hira (Surat 96) hanya oleh seorang
“Ruh” secara diam-diam, tanpa gegap gempita dari
malaikat lainnya? Yang satu dicirikan sebagai wahyu
kemuliaan, penuh sejahtera, yang bernilai melebihi
1000 bulan, sementara turunnya yang lain justru tanpa
nilai kemuliaan apapun kecuali justru bercirikan
cekikan Ruh yang menteror Muhammad?
Mencoba menyerasikan kekusutan ini, maka pakar
Islam (khususnya Ibn Abbas) mengkaidahkan (baca:
mendongengkan) adanya dua lokasi yang berbeda
untuk menampung turunnya satu Quran yang sama
dari Lauhul Mahfudz! Dan Jibril “diharuskan” bekerja
repot dua kali dalam urusan kedua lokasi ini. Lokasi
pertama disebut-sebut sebagai dunia langit pertama
Bayt Al-‘Izzah (periwayatan lain menyebutkannya
Baitul Makmur, berada dilangit ke-4, atau ke-3),
dimana didongengkan terjadi pen-tanzil-an seluruh
Quran sekaligus (tanpa cicilan). Dan selanjutnya dari
sana (entah berapa lama tertahan disana) barulah
diturunkan sekali lagi wahyu cicilan bertahap kepada
Muhammad didunia selama 23 tahun! Bukti Maha-
Effisiensinya Jibril dan Allah SWT? Tak ada jawaban
berapa lamanya transit tersangkut didunia-langit itu
dan untuk apa?
Lebih-lebih lagi tak ada jawaban kenapa prosedur
transito itu hanya diberlakukan Allah bagi Quran
tetapi tidak bagi Taurat, Zabur dan Injil? Adakah
prosedur pewahyuan terdahulu itu kalah mutu
sehingga dirubah? Padahal selalu dikatakan bahwa
Allah tidak membeda-bedakan Kitab-Nya? Semua
kedengarannya amat rumit, spekulatif dan
kontradiktif, menjadikannya layak sebagai bagian dari
mimpi seribu malam-qadar! Tidak ada kepastian
apakah lailatul qadar itu peristiwa pewahyuan
ataukah vision mimpi Muhammad yang dilahirkan dari
sebuah fantasi yang lalu dianggap wahyu. Itu
sebabnya detail message tentang malam qadar yang
seharus-nya sangat penting dan strategis itu malah
terkosongkan semuanya dari penjelasan Allah yang
justru ingin memberitakan kemuliaan-Nya kepada
nabi-Nya, semisal:
* Apakah pesan Allah yang paling signifikan bagi
manusia dalam malam qadar yang begitu signifikan
itu? Tidak ada keutamaan yang khusus!
* Bahkan ketika Allah sendiri bertanya “Tahukah
engkau apakah Lailatul Qadar itu?” Ia tidak
menjelaskannya pokok pertanyaannya kecuali
membuat teka-teki baru: Hari itu lebih baik dari seribu
bulan! Atau lebih dari 83 tahun! Baiknya bagaimana,
dalam segi apa khususnya? Kenapa baiknya diukur
dengan unit-waktu, dan tidak dengan kwalitas hidup
dan keselamatan kekal? Kenapa hanya hari itu saja
baiknya, ditahun 610 M? Bahkan sejahteranya hanya
sampai terbit fajar dihari yang sama?!
* Dan yang paling melawan akal dan etika adalah
kenyataan bahwa Muhammad sendiri bukan saja lupa
kapan malam qadar itu terjadi, tetapi juga tidak
merasa bertanggung jawab untuk menyampaikannya
yang lebih runut kepada umatnya, kecuali
memerintahkan mereka untuk mencarinya sendiri
tanggal malam qadar itu,
“… dua orang Muslim sedang berbantahan. Maka Nabi
bersabda, “Saya keluar untuk mengabarkan tentang
terjadinya malam qadar, tetapi sianu dan sianu
sedang bertengkar, maka kabar tentang hal itu telah
diambil; dan boleh jadi hal itu adalah baik untuk
kalian. Maka carilah pada malam ke 9, ke 7, atau ke 5
dari 10 hari terakhir dari Ramadhan” (Bukhari, vol.8,
buku 73, no. 75).
[Dalam versi lain, dikatakan Nabi… maka aku jadi
lupa. Mudah-mudahan kelupaan itu berguna untuk
Anda sekalian. Maka carilah malam qadar itu dimalam
ketujuh, kesembilan dan kelima” (HSB I/ 41)].
Akibatnya, Imam Al-Nawawi merangkumkan pelbagai
pendapat tentang
KAPAN TERJADINYA LAILATUL QADAR:
1.Umumnya berpendapat bahwa Lailatul Qadar terjadi
pada penghujung 10 malam terakhir Ramadhan.
2. Sebagian menganut Lailatul Qadar dalam malam-
malam ganjil bulan Ramadhan.
3. Ada yang berpendapat itu terjadi pada malam
ke-27, ke-23, dan ke-21.
4. Tetapi Ubay ibn Ka’b bersumpah bahwa Lailatul
Qadar terjadi pada malam ke- 27 ( HR Al-Tirmidzi).
5. Dan yang paling menantang adalah pendapat
kalangan Syiah yang menganut bahwa Lailatul Qadar
sudah tidak ada lagi! Kosong! Alasannya? Rasulullah
sendiri telah lupa tentang waktu Lailatul Qadar!
6. Ibn Hajar dalam Fath Al-Bari menegaskan bahwa
ada 40 pendapat berbeda tentang waktu Lailatul
Qadar!, antara lain: waktu Lailatul Qadar tidak akan
terjadi lagi! (Jadi apa yang mau dicari lagi?)
Dalam ketidak-tahuan dan ketidak-pastian yang
diciptakan oleh nabinya, Muslim dipenghujung
Ramadhan ini kembali menubruk untuk mencari
Berkah pada Malam Seribu Bulan. Dan “mudah-
mudahan” saja mereka tidak menemukan sesuatu
yang kosong sehabis lapar sebulan penuh…

Pos ini dipublikasikan di IslamicQuraishCenter. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s