Agama benar

Duladi: Untuk mengetahui apakah sebuah agama itu benar-benar
mengajarkan kebaikan atau tidak kepada umatnya, caranya sangat
mudah.

Kafir: Apa itu Pak?

Duladi: Ejeklah nabinya, bakar kitab sucinya, kita lihat bagaimana respon
umatnya. Bila respon umatnya baik, maka itulah bukti agama tersebut
memang benar-benar agama yg mengajarkan kebaikan.

Kafir: Hmmm….. Alat tes yg berisiko, tapi bener juga ya.
:

:

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Keji

Kafir: Pak Duladi, saya tertarik membahas kembali tentang ajaran
kamuflase Islam. Sebenarnya ajaran kamuflase itu sama gak dengan
ajaran pura-pura?

Duladi: Hmm… bisa anda jelaskan?
Kafir: Ajaran kebaikan yg benar-benar ajaran kebaikan, tentu akan
konsisten Pak, dari pertama sampai akhir, ajarannya tidak berubah, tetap
konsisten. Contohnya Tuhan dan nabi kami, Yesus. Dari awal Dia
mengajarkan KASIHILAH SESAMAMU dan DOAKAN ORANG YG
MENYAKITIMU, dan sampai akhir pun Dia tetap konsisten menerapkan
ajaran tersebut. Saya bisa bayangkan, jika seandainya Yesus itu nabi
Islam, pada saat dia dianiaya, diludahi, diolok-olok oleh orang-orang
Romawi, pasti dia akan langsung menyumpahi para penganiaya: MATILAH
KAU! seperti kata-kata sumpah serapah Muhammad yg terekam dalam
Quran (QS 3:119; QS 2:243)
Tetapi Yesus tetap konsisten Pak, dari awal ajarannya baik, dan sampai
dirinya dicobai dengan penganiayaan yg begitu kuat Dia tetap tidak
berubah, dia tetap konsisten dengan apa yg telah Dia ajarkan, yaitu KASIH
& MENDOAKAN MUSUH-MUSUHNYA.

Duladi: Anda benar. Muhammad hanya pada waktu lemah saja dia
mengajarkan toleransi, agamamu-agamamu agamaku-agamaku, tiada
paksaan dalam beragama Islam, sabar adalah sikap yg mulia, doakanlah
orang yg menyakitimu, ucapkan salam pd orang yg menjahatimu. Seperti
yg anda katakan, itu AJARAN PURA-PURA. Memang benar. ITU PURA-PURA.
Jadi ajaran kamuflase sebenarnya sama dengan ajaran pura-pura.
Dikatakan pura-pura, karena itu cuma ajaran kamuflase belaka.
Sebenarnya di dalam hatinya dia menyimpan DENDAM KESUMAT. Itu
terbuktikan setelah dia punya sarana dan kekuatan untuk melakukan
kekerasan, ajarannya berubah total. Dia tidak konsisten dengan ajarannya
yg semula, dan mulai menerapkan KEKERASAN, dan PEMAKSAAN
KEHENDAK. Dia bantai orang-orang yg dahulu pernah menyakiti hatinya.
Jadi, ajaran tentang sabar, tentang salam, tentang mendoakan, itu cuma
ajaran bohong, ajaran pura-pura saja, yang hanya untuk diterapkan saat
lemah. Tapi setelah dia punya kemampuan untuk berbuat jahat, ajaran itu
tidak berlaku lagi.
Ajaran yg benar-benar orisinil sebagai ajaran kebaikan, tidak akan pernah
berubah. Dari awal sampai akhir akan tetap konsisten, dan tidak berubah
sesuai kemampuan si pelaku.
Ajaran pura-pura disesuaikan dengan kemampuan Muhammad. Sewaktu
Muhammad tidak mampu membunuh, dia bilang: SABAR. Doakan mereka,
ucapkan salam buat mereka.
Tapi setelah dia mampu membunuh, dia bilang sebaliknya: BUNUH! Buatlah
hati kalian lega, karena mereka dulu pernah menyakiti hati kalian.
Jadi anda jangan sampai tertipu oleh ajaran pura-pura muslim. Air mata
mereka adalah air mata buaya. Kalian tidak perlu merasa terharu ketika
mereka mendoakan kebaikan buat kalian, karena sebenarnya di dalam
hati mereka sedang menyiapkan amarah yg seandainya mereka punya
kesempatan mereka akan langsung membungkammu.

Kafir: Dan untuk mencuci tangan, si muslim akan mengatakan bahwa SI
PEMBANTAI itu adalah ALLOH. Perbuatan keji yg dilakukannya dikayalkan
sebagai AZAB pemberian alloh kepada kafir. NGAKAK.
:

:

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Dialog….

Muslim vs Kafir:

Muslim: Kenapa kamu nyembah patung?

Kafir: Kenapa Muhammad yg tidak berakhlak itu dikatakan berakhlak?

Muslim: Kamu nyembah bangkai. Kamu menuhankan bangkai.

Kafir: Kami mau menyembah apapun, tidak merugikan siapapun. Tapi
nabimu yg jahat itu menyuruhmu memusuhi kami dan menyakiti kami.
Jadi kami berhak bertanya padamu: Kenapa Muhammad yg tidak
berakhlak dikatakan berakhlak?

Muslim: Kamu nyembah yg bukan Tuhan, itu DOSA BESAR.

Kafir: Berdosa besar kepada siapa?

Muslim: Kepada Alloh Subhanahu Wa Taala.

Kafir: Kenapa tidak dia sendiri yg menghukum kami? Kenapa harus kalian
yg sewot dan bertindak seolah-olah kalian-lah si OLLOH?

Muslim: Kenapa juga kamu menghina nabi kami?

Kafir: Karena nabimu mengajarimu kejahatan, dan kejahatanmu bisa
membahayakan kami dan seluruh umat manusia. Jadi, kami peduli
padamu.

Muslim: Cuma Islam saja agama yg benar, yang lain TIDAK DIAKUI ALLOH
SWT.

Kafir: Apakah ciri agama yg benar itu harus mengajari umatnya kejahatan?

Muslim: Salah ato tidaknya agama dilihat dari apa yg disembah.
Kafir: Apakah yg kamu sembah sudah benar?
Muslim: Kami menyembah TUHAN SEMESTA ALAM, ALLOH SWT. Dia maha
segalanya, dia maha melihat, dia maha mendengar, dia maha pemurka.,
dia maha besar, dia maha tak tertandingi, dia maha-maha-maha-maha-
maha……

Kafir: Percuma kamu berteori muluk-muluk tentang Alloh, toh ujungnya
balik lagi ke batu.

Muslim: Apa maksudmu?

Kafir: Jika aku mau mengikutimu, menyembah si Alloh, trus bagaimana
selanjutnya?

Muslim: Ucapkan kalimat syahadat: Tiada Tuhan selain Alloh dan
Muhammad adalah Rasul Alloh. Harus pake bahasa Arab! Ikuti ucapanku:
La ilaa ha ila allah, wa anna Muhammadarasulullah.

Kafir: Trus setelah itu?

Muslim: Sujud, sholat 5 waktu ke arah HAJAR ASWAD.

Kafir: Tuh, bener, khan? Percuma saja kau berteori muluk-muluk tentang si
Olloh, ngomong yg hebat-hebatan tentang Alloh kayak kentut, gak taunya,
ujung-ujungnya balik lagi nyembah batu.
Apakah itu yg kamu katakan kamu telah menyembah yg benar? Kamu
sudah ditipu Arab. Batu itu sebenarnya adalah sesembahan bangsa Arab
kuno, yg sampai kini tetap dilestarikan.
:

:

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Muhammad itu mulia

Muslim: Pak Duladi, anda jangan suka menghina nabi Muhammad. Beliau
adalah manusia yang paling mulia, manusia pilihan Alloh.
Duladi: Buktinya mana kalo Muhammad itu manusia mulia? Bagaimana
kalo saya tunjukkan bukti dari sejarah bahwa beliau tidaklah mulia seperti
yg anda kira?
Muslim: Saya berdoa semoga anda mendapat hidayah. Amin.
Duladi: Buktikan dong, Muhammad itu mulia.
Muslim: Saya hanya bisa mendoakan anda semoga mendapat hidayah.
Duladi: Jadi anda tak bisa membuktikan klaim anda ttg Muhammad itu?
Muslim: Saya diajarkan begitu oleh agama saya, bahwa nabi adalah
manusia pilihan Tuhan, dan Muhammad adalah salah satunya. Beliau
adalah makhluk paling terpuji di muka bumi.
Duladi: Buktinya mana?
Muslim: Saya mendoakan anda semoga mendapat hidayah. Amin.
Duladi: Ini, dari riwayat sejarah, akhlak Muhammad ternyata tidak seperti
yg Islam katakan:
1. Muhammad itu Pedofil
Hadist Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 64:
Diceritakan oleh Aisha
Bahwa Nabi menikahinya ketika ia berusia enam tahun dan berhubungan
suami istri ketika dia berusia sembilan tahun, dan dia tetap menjadi istrinya
selama sembilan tahun (yaitu sampai kematian nya (Nabi) )
Hadist Sahih Bukhari Volume 8, Buku 73, Nomer 151
Dinyatakan ‘Aisha:
Aku biasa bermain dengan boneka2 di depan sang Nabi, dan kawan2
perempuanku juga biasa bermain bersamaku. Kalau Rasul Allah biasanya
masuk ke dalam (tempat tinggalku) mereka lalu bersembunyi, tapi sang
Nabi lalu memanggil mereka untuk bergabung dan bermain bersamaku.
Hadist Sahih Muslim Buku 008, Nomer 3327:
‘A’isha (Allah memberkatinya) melaporkan bahwa Rasul Allah menikahinya
ketika ia berusia tujuh tahun, dan ia (Muhammad) membawanya ke
rumahnya sebagai pengantin ketika ia berusia sembilan tahun, dan
boneka2nya dibawanya, dan ketika ia (Muhammad) mati, ia (A’isha)
berusia delapanbelas tahun.
2. Muhammad itu Pezinah
Buku Asbabun Nuzul Imam Suyuti, Halaman 585: Sebab-sebab turunnya
surat At-Tahrim
Diriwayatkan oleh Anas: Suatu hari Rasulullah menggauli seorang budak
wanita miliknya. Aisyah dan Hafshah lantas terus-menerus
memperbincangkan kejadian tersebut sampai akhirnya Rasulullah
menjadikan budaknya itu haram bagi diri beliau (tidak akan digauli lagi).
Allah lalu menurunkan At-Tahrim ayat 1: “Hai Nabi, mengapa kamu
mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari
kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.”
Buku Asbabun Nuzul Imam Suyuti, Halaman 586: Sebab-sebab turunnya
surat At-Tahrim
Suatu ketika, Rasulullah menggauli Maria, seorang budak wanitanya, di
rumah Hafsah. Tiba-tiba Hafsah muncul dan mendapati Maria tengah
bersama Rasulullah. Hafsah lalu berkata, “Wahai Rasulullah, kenapa harus
di rumah saya, tidak di rumah istri-istri engkau yang lain?” Rasulullah lalu
berkata, “Wahai Hafsah, mulai saat ini haram bagi saya untuk
menyentuhnya kembali. Rahasiakanlah ucapan saya ini dari siapapun.”
Akan tetapi ketika Hafsah keluar dan bertemu dengan Aisyah, ia lantas
membocorkannya. Allah lalu menurunkan ayat 1, “Wahai Nabi! Mengapa
engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu demi
menyenangkan hati istri-istrimu….”
Tafsir Maududi Q33:50 (” onclick=”window.open(this.href);return false;)
Dari empat budak ini (yaitu Raihanah, Juwairiyah, Safiyyah, dan Mariyah),
Muhammad membebaskan 3 orang dan menikahinya, sedangkan dengan
Mariyah dia memiliki “hubungan suami istri” atas dasar dia adalah
budaknya. Dalam kasus Mariyah ini, tidak ada bukti bahwa Muhammad
membebaskan dan menikahinya.
3. Muhammad itu Penipu (Pembohong)
BUKHARI, Volume 7, Book 67, Number 427:
“Adalah allah yang memberikan kepadamu mulut. Oleh allah dan atas
kehendak allah, jika aku bersumpah dan kemudian menemukan yang lebih
baik dari itu, maka aku akan mengubah sumpahku tersebut.
4. Muhammad itu Pendendam
Satu contoh saja:
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 hlm 623-624
Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendengar ucapan Ashma’
binti Marwan di atas, beliau bersabda, ‘Ketahuilah, siapakah yang bisa
membunuh putri Marwan?’ Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam
didengar Umair bin Adi Al-Khathmi yang ketika itu berada di dekat
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Pada malam tersebut, Umair bin
Adi Al-Khathmi pergi ke rumah Ashma’ binti Marwan dan membunuhnya.
Esok paginya, Umair bin Adi bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa
Sallam, kemudian ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku telah membunuh
wanita tersebut.’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Hai
Umair, engkau telah menolong Allah dan Rasul-Nya.’ Umair bin Adi Al-
Khathmi berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah aku ter-kena sesuatu karena
membunuhnya?’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Tidak
ada satu pun orang yang ingin balas dendam karena kematiannya.’
Kemudian Umair bin Adi Al-Khathmi pulang ke kaumnya, Bani Khathmah,
yang ketika itu sedang membicarakan kema-tian Ashma’ binti Marwan.
Ketika itu, Ashma’ bin Marwan mempunyai lima anak laki-laki. Ketika
Umair bin Adi Al-Khathmi tiba di kaumnya dari Rasulullah Shallallahu Alaihi
wa Sallam, ia berkata, ‘Hai Bani Khathmah, akulah yang membunuh
Ashma’ binti Marwan, oleh karena itu, silahkan kalian membuat tipu daya
untukku dan jangan menunda-nunda.’
5. Muhammad itu Perampok
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 582
Ibnu Ishaq berkata, “Rasulullah SAW mendengar bahwa Abu Sufyan bin
Harb tiba dari Syam bersama kafilah dagang Quraisy yang mengangkut
kekayaan yang banyak sekali milik orang-orang Quraisy, dan komoditi
mereka.
Ketika Rasulullah SAW mendengar Abu Sufyan bin Harb tiba dari Syam,
beliau mengajak-kaum Muslimin keluar. Rasulullah SAW bersabda ,”Inilah
kafilah dagang Quraisy. Di dalamnya terdapat harta kekayaan mereka.
Oleh karena itu, pergilah kalian kepada mereka! Mudah-mudahan Allah
memberikan kekayaan kepada kalian”.
Ketika mendekati Hijaz, Abu Sufyan mencari-cari informasi dan bertanya
kepada musafir yang ia temui, karena ia takut mendapat serangan tidak
terduga dari manusia. la mendapatkan informasi dari salah seorang musafir
yang berkata kepadanya, ”Sesungguhnya Muhammad telah memobilisasi
sahabat-sahabatnya untuk menyerangmu dan menyerang kafilah
dagangmu,”.
6. Muhammad itu Pembunuh sadis
Hadits Sahih Bukhari volume 1, #234
Dinarasikan oleh Abu Qilaba:
Anas berkata “beberapa orang dari suku Ukl atau Uraina datang ke
Medinah dan iklim di sana tidak cocok untuk mereka jadi sang nabi
menyuruh mereka untuk pergi ke gembala unta dan meminum susu dan
kencing (sebagai obat). Jadi mereka pergi ke arah yang ditunjukkan dan
setelah mereka sembuh, mereka membunuh gembala sang nabi dan
membawa lari untanya. Berita itu sampai ke sang nabi pada pagi hari dan
dia mengirim (orang) dalam pengejaran dan mereka tertangkap dan
dibawa saat sore. Kemudian sang nabi menyuruh orang memenggal kaki
dan tangan mereka (dan terlaksana), dan kemudian mata mereka dicap
dengan besi panas dan mereka di taruh di “al-harra” dan saat mereka
meminta air, tidak ada air yang diberikan. Abu Qilaba berkata, “orang2 itu
mencuri dan membunuh, menjadi orang tak beriman setelah memeluk
islam dan melawan allah dan nabinya.”
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 hlm 206-207
Ibnu Ishaq berkata, “Setelah itu, orang-orang Yahudi Bani Quraidhah
disuruh turun, kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menahan
mereka di Madinah di rumah putri Al-Harits, salah seorang wanita dari Bani
An-Najjar. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pergi ke Pasar Madinah,
kemudian membuat parit di sana. Setelah itu, beliau memerintahkan orang-
orang Yahudi Bani Quraidhah dibawa ke parit tersebut dan memenggal
kepala mereka di dalamnya. Mereka dibawa ke parit tersebut kelompok
per-kelompok, termasuk musuh Allah Huyai bin Akhthab, Ka’ab bin Asad
tokoh Bani Quraidhah bersama enam ratus atau tujuh ratus orang-orang
Bani Quraidhah. Ada yang mengatakan bahwa jumlah mereka adalah
delapan ratus atau bahkan sembilan ratus. Orang-orang Yahudi Bani
Quraidhah berkata kepada Ka’ab bin Asad ketika mereka dibawa kepada
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam secara berkelompok, ‘Hai Ka’ab,
bagaimana pendapatmu terhadap perlakuan Muhammad kepada kita?’
Ka’ab bin Asad berkata, ‘Kenapa kalian tidak berpikir di setiap tempat?
Tidakkah kalian lihat dai yang tidak terbantahkan? Bukankah orang di
antara kalian yang dibawa kepadanya itu tidak kembali lagi? Demi Allah,
inilah pembunuhan.’ Itulah yang terjadi hingga Rasulullah Shallallahu Alaihi
wa Sallam selesai merealisasikan keputusan Sa’ad bin Muadz terhadap
mereka.”
7. Muhammad itu Preman dan Penjajah
Hadis Sahih Bukhari, Volume 1, Book 2, Number 24:
Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar:
Rasul Allah berkata, “Aku telah diperintahkan (oleh Allah) untuk memerangi
orang2 sampai mereka mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah
selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, dan melakukan
sembahyang dengan sempurna dan membayar zakat, sehingga jika
mereka melakukan hal itu, maka selamatlah nyawa dan harta mereka
dariku kecuali dari hukum2 Islam dan amal mereka akan dihitung oleh
Allah.”
http://opi.110mb.com/haditsweb/bulughul_maram/hadits11.htm
Hadits ke-11
Dari Sulaiman Ibnu Buraidah, dari ayahnya, bahwa ‘Aisyah Radliyallaahu
‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam jika mengangkat
komandan tentara atau angkatan perang, beliau memberikan wasiat
khusus agar bertaqwa kepada Allah dan berbuat baik kepada kaum
muslimin yang menyertainya. Kemudian beliau bersabda: “Berperanglah
atas nama Allah, di jalan Allah, perangilah orang yang kufur kepada Allah.
Berperanglah, jangan berkhianat, jangan mengingkari janji, jangan
memotong anggota badan, jangan membunuh anak-anak. Jika engkau
bertemu musuhmu dari kaum musyrikin, ajaklah mereka kepada tiga hal.
Bila mereka menerima salah satu dari ajakanmu itu, terimalah dan jangan
apa-apakan mereka, yaitu: (1) ajaklah mereka memeluk agama Islam, jika
mereka mau, terimalah keislaman mereka; kemudian ajaklah mereka
berpindah dari negeri mereka ke negeri kaum muhajirin, jika mereka
menolak, katakanlah pada mereka bahwa mereka seperti orang-orang
Arab Badui yang masuk Islam, mereka tidak akan memperoleh apa-apa
dari harta rampasan perang dan fai’ (harta rampasan tanpa peperangan),
kecuali jika mereka berjihad bersama kaum muslimin. Bila mereka
menolak (masuk Islam), (2) mintalah mereka agar membayar upeti. Jika
mereka menyetujui, terimalah hal itu dari mereka. Lalu, bila mereka
menolak, mintalah perlindungan kepada Allah dan (3) perangilah mereka.
Apabila engkau mengepung penduduk yang berada dalam benteng dan
mereka mau menyerah jika engkau memberikan kepada mereka
tanggungan Allah dan Rasul-Nya, maka jangan engkau lakukan, namun
berilah tanggungan kepada mereka. Karena sesungguhnya jika engkau
mengurungkan tanggunganmu adalah lebih ringan daripada engkau
mengurungkan tanggungan Allah. Apabila mereka menginginkan engkau
memberikan keamanan atas mereka berdasarkan hukum Allah, jangan
engkau lakukan. Tetapi lakukanlah atas kebijaksanaanmu sendiri, karena
engkau tidak tahu, apakah engkau tepat dengan hukum Allah atau tidak
dalam menetapkan hukum kepada mereka.” Riwayat Muslim.
Kalo saya ringkas, ada 4 sifat melekat pd diri Muhammad:
1) Bodoh
2) Tidak waras
3) Bejat / Amoral
4) Jahat
Jadi, segala yg buruk-buruk ato jelek-jelek itu SEMUANYA MUHAMMAD
miliki. Astaghfirullah…..
BAgaimana anda bisa mengatakan Muhammad itu mulia?
:

:

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar

Penyembah berhala

Kafir: Pak, kami sering mendengar muslim menghina agama kami.

Duladi: Contohnya?

Kafir: Seperti ucapan ini: Otak kristen pasti keblinger menjadikan makhluk
doyan berstubuh dgn keledai jd tuhan…
Yesus bersetubuh dgn keledai

Duladi: Trus, anda tersinggung?

Kafir: Saya malah khawatir mereka kualat, Pak. Saya berdoa pd Tuhan
Yesus semoga mengampuninya.

Duladi: Kenapa anda tidak membela Tuhan anda?

Kafir: Pak, apakah saya lebih hebat dari Tuhan, sehingga saya layak
menjadi PEMBELA-NYA? Tidak, Pak Dul. Tuhan dalam agama kami tidak
sama seperti tuhan dalam Islam. Tuhan kami adalah PENJAGA KAMI,
PELINDUNG KAMI, dan PENOLONG KAMI. Dan Tuhan kami telah memberi
teladan pd kami bahwa kami harus mengasihi orang lain sama seperti
kami mengasihi diri kami sendiri. Tetapi Tuhan kami selain pengasih, Dia
juga bisa menjadi KEJAM terhadap orang-orang yg dibenci-Nya. Jadi, saya
khawatir ada kejadian buruk menimpa muslim yg telah menghujat-Nya.
Saya berdoa kepada Tuhan agar tidak mempedulikan ucapan muslim,
sebab muslim tidak mengerti apa yg telah dilakukannya.

Duladi: Jika orang tuamu yg dihina/diejek, apa anda juga tidak marah?

Kafir: Pak, orang tua saya bukan Tuhan. Saya wajib melindungi dan
menjaga kehormatan orang tua saya jika orang tua saya diganggu.

Duladi: Jadi anda lebih cinta orang tua anda ketimbang cinta kepada Tuhan
anda?

Kafir: Anda salah, Pak. Saya cinta kepada Tuhan dan juga cinta kepada
orang tua. Tetapi saya tahu bagaimana cara menyikapi orang-orang yg
menghina orang tua dan orang-orang yg menghina Tuhan. Orang tua saya
lemah, karena dia manusia seperti saya, jadi saya wajib jadi pelindungnya.
Tapi Tuhan, siapakah saya, Pak, sehingga saya dengan sombong hendak
menjadi penolong-Nya? Malah, Tuhan-lah yg kerap menolong hidup saya,
dan bukannya dibalik, saya yg menolong Tuhan. Jika sekiranya saya yg
menolong Tuhan, maka tipe tuhan yg demikian tidak layak dianggap
sebagai Tuhan.

Duladi: Saya pernah mendapat gambar dari sebuah situs Islam, tolong anda
perhatikan:
http://www.facebook.com/photo.php?
fbid=102708483092906&set=a.102707909759630.6212.100000612651836&type=3
Menurut anda, bagaimana dengan tipe tuhan yg seperti ini?

Kafir: Hahahaha….. Maaf Pak. Kalo ini sih, saya rasa, bukan Tuhan. Tapi
berhala. Berhala yg tidak nyata, berhala abstrak. Sebuah berhala memang
tidak bisa melakukan apa-apa, dan harus dijaga serta ditolong oleh orang
yg menyembahnya.

Duladi: Jika muslim mendengar ucapanmu ini, mereka bisa ngamuk.

Kafir: Iya, Pak. Itulah bedanya, PENYEMBAH TUHAN dengan PENYEMBAH
BERHALA.
:

:

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Berlaku adil

Muslim: Pak Duladi, poligami dalam Islam itu sangat sulit dilakukan, sebab
ayat Alquran mengharuskan pelaku poligami berbuat adil terhadap istri-
istrinya bila ia berniat poligami.

Duladi: Tidak ada perintah “MUSLIMIN HARUS ADIL” terhadap istri-istrinya
bila berpoligami.

Muslim: Pak Duladi, ini lho, ayatnya:
QS 4:3. Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-
hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka
kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat.
Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah)
seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu
adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

Duladi: Coba anda sebutkan, di bagian mana dari ayat itu berisi perintah
“KAMU HARUS ADIL” ?

Muslim: Hmmm,,, pokoknya kata kuncinya ada pada kata ADIL, Pak. Itulah
sebabnya kata ADIL saya garis bawahi.

Duladi: Iya, kata itu memang anda garis bawahi, tapi mana perintah
“HARUS ADIL” di ayat itu? Ayat itu telah banyak dimanipulasi maknanya
oleh para ulama, seolah-olah berisi PERINTAH “HARUS ADIL” kalau muslim
ingin poligami. Padahal, tidak ada perintah HARUS ADIL di situ, yang ada
adalah “JIKA KAMU TAKUT TIDAK AKAN DAPAT BERLAKU ADIL”. Jadi,
penekanannya bukan pada KEHARUSAN UNTUK BERLAKU ADIL, melainkan
penekanannya ada pada SI PRIA, apakah dia KHAWATIR TIDAK DAPAT
BERLAKU ADIL atau DIA TIDAK KHAWATIR. Jadi Alquran Surat An-Nisa ayat
3 itu memberi hak penuh pada pria, untuk membuat keputusan sesuai
dengan subyektivitasnya, apakah dia TAKUT TIDAK BISA ADIL atau TIDAK
TAKUT. Jika si pria TAKUT, Alquran hanya memberi saran: “Pilihlah SATU
SAJA di antara perempuan-perempuan itu untuk dijadikan sebagai istri, dan
yang lainnya sebagai budak-budak seks (gundik/harem) saja jangan
berstatus sebagai istri.” Dan jika si pria TIDAK TAKUT, Alquran sudah
memberikan tawaran di bagian awal ayat itu: “KAWINLAH LAGI DENGAN
WANITA-WANITA LAIN sampai sebanyak 4.”

Muslim: Pak Dul, perintah HARUS ADIL itu terdapat pada ayat lain dalam
Alquran:
Surat An-Nahl (QS 16):90. Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku
adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah
melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi
pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

Duladi: Tetapi ayat itu SUDAH DIMENTAHKAN sendiri oleh ayat yg lain pula:
QS 4:129. Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara
isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu
janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga
kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan
perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Jadi, kalau Awloh sudah tahu bahwa MUSLIM tak mungkin bisa berlaku
adil, bahkan terhadap istri-istrinya yang lebih dari satu, tak ada gunanya
Awloh bikin ayat QS 16:90 itu. Sudah tahu gak bakalan bisa berlaku adil,
kok bikin perintah “Sesungguhnya awloh menyuruh kamu berlaku adil?” QS
16:90 itu ayat BASA-BASI belaka, karena secara realita itu sudah diakui
sendiri oleh awloh bahwa MUSLIM tak bisa berlaku adil. Dan di bagian
akhir QS 4:129 tertulis, “sesungguhnya awloh maha pengampun.” Jadi, tidak
ada SANKSI apapun bagi muslim yg tak berlaku adil, karena awloh sudah
mengampuni muslim yg tak berlaku adil. Awloh sendiri yg memberi
toleransi pada muslim untuk boleh berlaku tidak adil, karena awloh
menyadari (hal itu diakui sendiri oleh awloh) bahwa mustahil muslim bisa
berbuat adil. Itulah kenapa, di dalam QS 4:3 diawali dengan perintah:
“KAWINLAH LAGI DENGAN WANITA-WANITA LAIN SAMPAI SEBANYAK 4
ISTRI.” Perintah ini ditujukan kepada muslim YANG (SECARA SUBYEKTIF)
MERASA BISA BERLAKU ADIL atau YANG TIDAK TAKUT TIDAK DAPAT
BERLAKU ADIL. Sedangkan anjuran terakhir, yaitu “KAWINILAH SEORANG
SAJA atau SETUBUHI MEREKA SEBAGAI BUDAK-BUDAK SEKS”, ditujukan
kepada muslim YANG TAKUT TIDAK DAPAT BERLAKU ADIL atau MUSLIM
IDIOT YG INGIN SOK BERLAKU ADIL dengan hanya memiliki 1 istri tapi
dibalik itu dia memelihara wanita-wanita lain berstatus budak seks.
Kesimpulannya: Apakah QS 4:3 ada perintah berpoligami harus ADIL?
TIDAK ADA. Yang ada dalam QS 4:3 adalah memberikan 2 OPSI kepada
PRIA MUSLIM: (1) Jika si PRIA TIDAK TAKUT TIDAK DAPAT BERLAKU ADIL,
maka KAWINLAH LAGI SAMPAI 4; (2) Jika si PRIA TAKUT TIDAK DAPAT
BERLAKU ADIL, maka 1 SAJA YG BERSTATUS ISTRI, YG LAINNYA BERSTATUS
BUDAK SEKS. QS 4:3 itu tidak memberikan ancaman/sanksi apapun kepada
pria, malah memberi 2 opsi yg jelas kedua-duanya SANGAT JAHAT di mata
istri. Opsi 1 dan opsi 2 yg ditawarkan kepada sang pria, sama sekali jauh
dari nilai-nilai keadilan dan kebajikan.
:

:

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar

Kawin kontrak

Kafir: Pak Duladi, banyak teman muslim bilang bahwa kawin kontrak atau
nikah mut’ah itu sudah dilarang dalam Islam. Apa benar?

Duladi: Nikah mut’ah sebenarnya masih berlaku, karena Alquran tak pernah
membatalkan ayat tentang itu. Pelarangan tentang mut’ah hanya ada di
dalam hadist. Masalahnya adalah, ayat Quran tentang itu telah diubah oleh
tangan jahil.

Kafir: Lha, khan biasanya muslim yg suka menuduh kitab kafir telah diubah
oleh tangan jahil. Kok ini malah kitab mereka sendiri yg sudah diubah?

Duladi: Baca penjelasan saya berdasarkan KITAB TAFSIR AT-TABARI di note
berikut.
Kalimat ketiga dalam Surat An-Nisa ayat 24 adalah tentang Mut’ah (=kawin
kontrak)
:

:

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar