Pelacuran di kota “suci” mekkah dan madinah

nasib perempuan asing di
Arab Saudi kerap jadi
oleh-oleh jemaah haji
Indonesia. Kisahnya cukup
membikin bergidik handai
tolan di kampung.
”Katanya ada perempuan
dilarikan sopir taksi di
hadapan suaminya. Sampai
kini tak ketahuan
nasibnyajemaah haji wanita
diperkosa dan dibunuh di
kamar mandi. Pelakunya,
menurut cerita tadi,
diperkirakan lelaki Arab
yang mengenakan abaya
(jubah penutup seluruh
tubuh) perempuan.PELACURAN DI MAKKAH AL
MUKARAMAH:
Menteri Tenaga
Kerja dan Transmigrasi
(pada era presiden
Megawati Sukarno Putri),
Jacob Nuwa Wea,
menyebutkan, 118 wanita
Indonesia ditahan di
penjara atas sangkaan
prostitusi. Ikut ditahan,
tiga mucikari, juga orang
Indonesia.MARAKNYA PELACURAN DI MEKAH DAN
MADINAH:
Diperkirakan, sedikitnya
ratusan perempuan
Indonesia terjebak
menjadi budak pemuas
nafsu kaum lelaki di
sana. Kaum hawa itu
berusia 20-30 tahun. Ada
pula pelacur dari
Filipina, Afrika, Syria,
Lebanon dan Yordania.
Disinyalir, praktek
pelacuran ini mulai marak ketika pemerintah arab saudi
mendatangkan pekerja2 rumah tangga dari luar
negaranya.Pelacur Indonesia di arab sangat
mencolok karena paling
banyak dan berkelas
jalanan. Sebagian besar
gentayangan di Jedah,
kota industri dan
perdagangan yang lebih
bebas di banding kota-
kota lain di Saudi. Dari
sekitar 1,6 juta
penduduknya,
seperempatnya ekspatriat
mancanegara. dan merambah di mekah dan madinah
serta riyadaksi mesum pelacur arab asal
Indonesia, khususnya di
Jedah. mereka
biasanya mejeng di banyak
tempat, di antaranya di
sekitar toko Bandung atau
Restoran Bali di distrik
Syarafiyyah. Para
perempuan itu nongol
pukul 23.00 menumpang
taksi. Mereka mengenakan
abaya dan kerudungPELACURAN DI RIYAD JEDAH
MEKAH DAN MADINAH: pasangan mesum itu
biasanya melepas hajat di
imarah alias apartemen,
mirip rumah susun. Imarah
tadi bisa tempat tinggal
lelaki hidung belang
bersangkutan, bisa pula
hunian temannya. Si
hidung belang ini umumnya
sopir taksi atau pekerja
kasar sampai pejabat arab saudi.Berapa harga keringat
PELACUR2 YG BEROPERASI DI ARAB SAUDI DI KOTA
RIYAD JEDAH MEKAH DAN MADINAH tadi?
Pelanggan boleh beda,
tapi bayarannya nyaris
selalu sama. Untuk kencan
singkat, rata-rata
syarmuth Indonesia itu
cuma dibayar 50 riyal,
atau sekitar Rp 150.000.Syarmuth Indonesia juga
sering dipesan semalaman.
Tarifnya 200 riyal.
Celakanya, sering
digambreng oleh empat
lelaki (anjriiitt..), yang
masing-masing membayar
cuma 50 riyal. ”Itulah
liciknya warga ArabJULUKAN PELACUR INDONESIA DI
ARAB SAUDI: hidung belang memanggil
syarmuth Indonesia
sebagai Siti Rohmah.
Sepintas, kedengaran
indah, karena berarti
wanita pemberi kasih
sayang. Namun, panggilan
itu diucapkan dengan
cibiran dalam nada dan
makna berkonotasi
syahwat. Menyedihkan.PELACURAN DI ARAB SAUDI:
”ditancap” begitu saja.
”Setelah kenyang, dijual
ke temannya dengan
bayaran 50 riyal sekali
pakai,” kata Ustadz
Fudoili, dari fraksi PKS
di Arab Saudi, yang
banyak memantau masalah
pelacuran ini.Sebetulnya, praktek
prostitusi ini sudah lama
dan jadi rahasia umum di
Saudi. ”Kami sudah tahu
sejak 1980-an. Di Mekah,
pelacurnya orang kita
semua,” kata Ustadz Habib
Muhammad Rizieq, Ketua
Umum Front Pembela Islam
(FPI).Herannya, selama ini
jarang ada razia oleh
polisi setempat. Kabarnya,
polisi kesulitan
menangkap pelaku zina
yang kerap berlindung
dibalik ”ayat” perkawinan
sirri. Rumor lain yang
belum dikonfirmasi, polisi
main mata dengan pelaku
prostitusi, termasuk
mendapat jatah
”dilayani”.

Tulisan ini dipublikasikan di IslamicQuraishCenter. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s